Samurai Terhunus di Dini Hari, Polisi Gagalkan Ancaman Berdarah di Belawan

Belawan – Malam belum benar-benar usai ketika ancaman itu muncul di jalanan sunyi. Sabtu (28/2/2026) sekira pukul 02.30 WIB, di Jalan Besar Desa Klumpang, dua pemuda melaju dengan sepeda motor, membawa sebilah samurai terhunus—bukan untuk hiasan, melainkan siap diayunkan.

Namun dini hari itu, negara tidak tidur.

Personel Dit Samapta Polda Sumut yang diperbantukan di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan tengah melakukan patroli antisipasi tawuran dan aksi geng motor. Mata petugas menangkap gerak mencurigakan: dua pemuda berboncengan dengan senjata tajam terbuka. Tanpa ragu, pengejaran dilakukan.

Kapolres Pelabuhan Belawan, Rosef Efendi, melalui Kapolsek Hamparan Perak, Ridwanto, menjelaskan bahwa situasi dengan cepat berubah mencekam.

“Petugas melihat dua pemuda membawa samurai saat patroli. Ketika hendak diamankan, mereka melakukan perlawanan,” tegas Kompol Ridwanto.

Bukan sekadar melawan. Samurai itu diayunkan ke arah petugas. Sebilah besi panjang yang bisa saja merobek tubuh siapa pun yang berdiri di depannya. Dalam hitungan detik, keputusan harus diambil—mundur atau melumpuhkan.

Kesigapan dan keberanian personel menjadi penentu. FP (22) berhasil diamankan meski sempat melakukan perlawanan, sementara satu rekannya melarikan diri dan kini dalam pengejaran.

Penangkapan ini bukan sekadar menggagalkan aksi satu orang pemuda. Ini adalah pencegahan atas kemungkinan tawuran berdarah yang bisa menyeret banyak korban—anak-anak muda, bahkan warga yang tak tahu apa-apa.

Kini FP telah diamankan di Polsek Hamparan Perak untuk menjalani proses hukum. Kepolisian memastikan patroli akan terus ditingkatkan, khususnya pada jam-jam rawan.

Karena di Belawan, setiap malam yang aman bukanlah kebetulan. Itu adalah hasil dari kesiapsiagaan, keberanian, dan tekad untuk memastikan tidak ada samurai yang berbicara lebih lantang daripada hukum.

Indra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *