Sambut Ramadan Penuh Cinta, Imigrasi Belawan Peluk Kebahagiaan 100 Anak Yatim

Belawan, 10 /2/2026 ~ Menjelang datangnya Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, suasana haru dan penuh kehangatan terasa di Aula Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan.

Di tempat itulah, kebahagiaan sederhana hadir untuk anak-anak yatim piatu yang diundang dalam kegiatan bakti sosial bersama komunitas Gerakan Sosial Kolaborasi Belawan Berkah.

Satu per satu anak-anak yatim memasuki ruangan dengan wajah penuh harap. Di tengah kebersamaan itu, Kantor Imigrasi Belawan menunjukkan bahwa kehadiran negara tidak hanya melalui pelayanan administrasi, tetapi juga melalui sentuhan kepedulian dan kasih sayang kepada mereka yang membutuhkan.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 100 anak yatim piatu menerima santunan dan bingkisan sebagai bentuk perhatian serta dukungan moral agar mereka tetap memiliki semangat menjalani kehidupan dan meraih masa depan yang lebih baik.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan, Eko Yudis Parlin Rajagukguk, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen untuk mempererat hubungan antara instansi pemerintah dengan masyarakat, khususnya kepada anak-anak yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang.

Menurutnya, bulan Ramadan bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang memperkuat rasa empati, berbagi kebahagiaan, dan menumbuhkan kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan penuh makna ini turut dihadiri berbagai perwakilan instansi di wilayah Belawan, di antaranya Komando Daerah Angkatan Laut, Polres Belawan, Komando Rayon Militer Medan Belawan, Direktorat Pengamanan Objek Vital, Kantor Bea dan Cukai, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan, Rutan Labuhan Deli, Kantor Imigrasi Polonia, serta Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Medan. Kehadiran mereka menambah hangatnya kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan tersebut.

Pimpinan Gerakan Sosial Kolaborasi Belawan Berkah, Ustadz Tengku Zakaria Yusuf, juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada anak-anak yatim. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi ladang kebaikan bagi semua pihak.

Acara kemudian diisi dengan tausiyah yang menyejukkan hati, doa bersama, serta ditutup dengan buka puasa bersama yang penuh keakraban. Di balik santunan yang diberikan, terselip pesan bahwa anak-anak yatim tidak pernah sendiri—ada banyak tangan yang siap merangkul dan mendukung langkah mereka.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat berbagi, kepedulian, dan silaturahmi antara instansi pemerintah dan masyarakat terus terjaga. Ramadan pun disambut bukan hanya dengan ibadah, tetapi juga dengan kasih sayang yang menguatkan sesama.

Indra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *