Medan Marelan ~Langkah Rico Tri Putra Bayu Waas terhenti sejenak saat menatap ruang-ruang sempit di Puskesmas Rengas Pulau, Kamis (26/3/2026). Di tempat itulah, harapan warga kecil untuk sembuh dan bertahan hidup digantungkan setiap hari.
Di balik dinding yang mulai rapuh dan plafon yang rusak, antrean pasien tetap berjalan. Ada ibu yang menggendong anaknya dengan cemas, ada lansia yang duduk sabar menunggu giliran—semuanya datang dengan satu harapan: mendapat pelayanan yang layak.
Pemandangan itu seolah berbicara lebih keras dari kata-kata. Bahwa fasilitas ini tak lagi cukup menampung besarnya kebutuhan masyarakat.
“Puskesmas ini sudah lama kita rencanakan untuk dibangun. Tahun ini kita upayakan terealisasi,” ucap Rico Waas dengan nada tegas, namun sarat kepedulian.
Bukan sekadar memperbaiki, ia ingin menghadirkan perubahan nyata. Sebuah bangunan baru yang lebih layak, lebih luas, dan lebih manusiawi—tempat di mana warga tidak hanya berobat, tetapi juga merasa dihargai dan diperhatikan.
Puskesmas Rengas Pulau pun menjadi prioritas. Di kawasan padat Medan bagian utara, tempat ini menjadi sandaran ribuan warga setiap harinya.
Tak berhenti di situ, Pemerintah Kota Medan juga merancang pembangunan puskesmas di Medan Tuntungan dan Medan Timur. Tiga puskesmas akan dibangun ulang, disertai revitalisasi puluhan fasilitas kesehatan lainnya—sebuah langkah panjang menuju pemerataan layanan kesehatan.
Namun bagi Rico, bangunan saja tidak cukup.
“Pelayanan harus maksimal, karena puskesmas adalah garda terdepan layanan kesehatan masyarakat,” tegasnya.
Di balik rencana pembangunan itu, tersimpan harapan sederhana: agar tak ada lagi warga yang merasa terabaikan saat mencari kesembuhan. Agar setiap langkah menuju puskesmas membawa rasa tenang, bukan kekhawatiran.
Dan di hari itu, di antara lorong sempit dan atap yang mulai usang, harapan itu perlahan menemukan jalannya.
Indra

