Medan — Di bawah langit pagi yang masih menyisakan sejuk, derap langkah para personel memecah sunyi di Lapangan Hanyaken Musuh, Mako Satuan Brimob Polda Sumatera Utara. Bukan sekadar latihan biasa, hari itu menjadi pengingat bahwa setiap peluru yang dilepaskan kelak, memikul amanah besar: menjaga keselamatan banyak jiwa.
Selasa (7/4/2026), sebanyak 40 personel berdiri tegap mengikuti upacara pembukaan latihan peningkatan kemampuan menembak Semester I Tahun Anggaran 2026. Di hadapan mereka, Komandan Satuan Brimob Polda Sumut, Kombes Pol. Rantau Isnur Eka, memimpin langsung jalannya kegiatan—sebuah simbol bahwa kesiapan tidak pernah ditawar dalam tugas pengabdian.
Latihan ini bukan hanya tentang membidik sasaran. Di balik setiap tarikan pelatuk, ada latihan mengendalikan diri, menguatkan disiplin, serta menanamkan tanggung jawab yang tak terlihat namun terasa berat. Sebab bagi seorang personel Brimob, kemampuan menembak bukan sekadar keterampilan, melainkan kepercayaan yang harus dijaga dengan penuh kehati-hatian.
Dalam arahannya, Komandan Satuan menegaskan pentingnya menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama. Bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi rekan dan masyarakat yang kelak mereka lindungi.
“Setiap latihan adalah bekal untuk tugas yang sesungguhnya. Jangan hanya tajam dalam membidik, tapi juga bijak dalam menggunakan,” pesannya, sarat makna.
Lebih dari sekadar program rutin, kegiatan ini menjadi cermin komitmen Satuan Brimob Polda Sumut dalam membentuk personel yang tidak hanya andal secara teknis, tetapi juga matang secara sikap dan tanggung jawab.
Di lapangan itu, bukan hanya kemampuan yang diasah—tetapi juga nurani. Agar saat tugas memanggil, mereka tidak hanya siap bertindak, tetapi juga siap menjaga, melindungi, dan menghadirkan rasa aman bagi masyarakat.
Indra/humas

