Halalbihalal PMT: Dari Hati yang Bersih, Tumbuh Kekuatan untuk Melangkah Bersama

Belawan (13/4) – Di bawah langit yang teduh di kawasan Terminal Belawan, langkah-langkah para pegawai PT Prima Multi Terminal (PMT) berkumpul dalam satu rasa yang sama—rasa syukur usai menuntaskan Ramadan, dan harapan untuk memulai lembaran baru dengan hati yang lebih bersih.

Halalbihalal yang digelar Selasa (13/4) itu bukan sekadar seremoni tahunan. Ia menjelma menjadi ruang pertemuan hati, tempat di mana sekat-sekat perlahan runtuh, dan kehangatan silaturahmi kembali dirajut. Hadir dalam momen tersebut Direktur Utama Rudi Susanto, Direktur Keuangan, SDM dan Manajemen Risiko Syamsuddin, serta Direktur Operasi dan Teknik Wahyudi, bersama seluruh jajaran manajemen dan pegawai.

Suasana terasa berbeda—lebih hangat, lebih dalam. Senyum yang terukir bukan sekadar formalitas, tetapi cerminan dari keikhlasan untuk saling memaafkan.

Dalam sambutannya, Rudi dengan penuh ketulusan menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin. Ucapannya mengalir sederhana, namun menyentuh.

“Di momen ini, kita kembali sebagai manusia yang ingin memperbaiki diri. Halalbihalal bukan hanya tradisi, tapi tentang bagaimana kita membersihkan hati, menyatukan niat, dan kembali melangkah dengan kepercayaan yang utuh,” tuturnya.

Ia mengingatkan, apa yang telah ditempa selama Ramadan—menahan ego, menjaga kejujuran, dan melatih kesabaran—bukanlah sesuatu yang berhenti saat bulan suci usai. Justru nilai-nilai itulah yang harus terus hidup dalam setiap langkah kerja.

“Integritas itu lahir dari hati yang bersih. Jika hati kita terjaga, maka apa yang kita kerjakan pun akan membawa kebaikan, bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk perusahaan dan sesama,” ucapnya lirih, namun penuh makna.

Dalam suasana yang khidmat, tausiyah yang disampaikan Zulhazli semakin mengetuk hati para hadirin. Ia mengajak semua yang hadir untuk tidak hanya kembali ke fitrah, tetapi juga menjaga hubungan baik dengan sesama manusia.

“Tidak ada manusia yang sempurna. Tapi yang mulia adalah mereka yang mau memperbaiki diri, yang mau merendahkan hati untuk memaafkan dan meminta maaf,” pesannya, seolah mengingatkan bahwa kekuatan sejati bukan pada kesempurnaan, melainkan pada keikhlasan.

Ketika acara ditutup dengan saling bersalaman, tak sedikit yang larut dalam suasana haru. Genggaman tangan yang erat, tatapan mata yang hangat, menjadi bahasa tanpa kata bahwa kebersamaan ini adalah kekuatan yang tak ternilai.

Di balik kesederhanaan makan siang bersama, tersimpan makna yang lebih dalam—tentang persaudaraan, tentang saling menguatkan, dan tentang harapan untuk melangkah lebih baik ke depan.

Melalui momen ini, PMT tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga menyalakan kembali semangat kolektif. Sebab dari hati yang bersih dan kebersamaan yang tulus, lahirlah energi besar untuk menghadapi tantangan dan meraih masa depan yang lebih gemilang bersama.

Indra/humas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *