JAKARTA, 6 JULI 2026 – Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Alwashliyah (PP GPA) menyayangkan langkah politis yang dilakukan oleh segelintir kelompok masyarakat yang mengatasnamakan DPP GHARIS terkait tuduhan terhadap Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Narasi-narasi tendensius yang digulirkan dinilai sengaja dirancang untuk mengganggu stabilitas kerja kabinet.
Sekretaris Jenderal PP GPA, H. Saibal Putra, menegaskan bahwa di tengah akselerasi pembangunan nasional, posisi Menko AHY sangat krusial dalam membantu visi besar Presiden. Manuver politik berupa pembunuhan karakter (character assassination) dinilai tidak mendidik dan dapat menghambat kinerja pemerintahan yang sedang berjalan dengan baik.
“Menko AHY saat ini sedang fokus penuh mengawal proyek strategis nasional, menyinkronkan kebijakan infrastruktur di berbagai wilayah, dan bekerja keras mewujudkan target-target besar Presiden demi kesejahteraan rakyat. Sangat tidak bijak jika fokus kerja yang produktif ini diganggu oleh isu-isu yang dipaksakan dan sarat akan muatan politis,” ujar H. Saibal Putra dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (6/7/2026).
Menurut PP GPA, lonjakan nilai aset dalam LHKPN sering kali bersifat dinamis karena penyesuaian nilai pasar tanah, bangunan, atau instrumen investasi yang sah, bukan serta-merta indikasi pelanggaran hukum. Oleh karena itu, asas praduga tak bersalah (presumption of innocence) wajib dijunjung tinggi.
Menanggapi situasi ini, PP Gerakan Pemuda Alwashliyah menyatakan sikap resmi sebagai berikut:
1. Dukungan Penuh pada Kinerja Menko Infra: PP GPA mengapresiasi dan mendukung penuh kinerja Menko AHY yang terus bergerak cepat menata konektivitas, pemerataan infrastruktur daerah, dan pembangunan kewilayahan demi menopang pertumbuhan ekonomi nasional.
2. Kritik Terhadap Kebiasaan Trial by Press: Menolak segala bentuk penghakiman sepihak di ruang publik yang bertujuan merusak reputasi pejabat negara. PP GPA percaya institusi hukum seperti KPK bekerja secara profesional berdasarkan bukti material yang valid, bukan berdasarkan pesanan atau kegaduhan opini.
3. Seruan Menjaga Kondusivitas Kabinet: Mengimbau kepada seluruh elemen pemuda dan aktivis nasional untuk mengedepankan objektivitas. Lebih baik bersinergi mendukung pemerintah menyelesaikan sisa target pembangunan daripada memproduksi narasi yang memecah belah kekuatan bangsa.
“Fokus membantu Presiden memulihkan dan mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui infrastruktur yang merata adalah tugas berat. Mari kita kawal kinerja Menko AHY dengan kritik yang konstruktif, bukan dengan laporan-laporan spekulatif yang hanya membuang energi bangsa,” tutup Saibal Putra.

