Prof Sutan Nasomal Desak Presiden Prabowo Subianto Ambil Peran Global, Tekan Israel Akui Kemerdekaan Palestina Demi Hentikan Perang

Jakarta, 5 Maret 2026 – Dentuman rudal, serangan drone, dan tangis warga sipil terus menggema di kawasan Timur Tengah. Memasuki hari ketiga dan keempat eskalasi konflik, situasi kian memanas dan mengkhawatirkan dunia. Serangan yang melibatkan Iran dengan dalih target pangkalan militer asing memicu ketegangan baru dan berpotensi menyeret lebih banyak negara ke dalam pusaran perang.

Di tengah situasi genting tersebut, Prof Dr Sutan Nasomal SH MH PhD, pakar Hukum Pidana Internasional, menyerukan agar Indonesia tidak tinggal diam. Ia mendesak Presiden Republik Indonesia untuk mengambil langkah diplomasi tegas dan aktif mendorong penghentian perang, sekaligus meminta Israel mengakui kemerdekaan Palestina sebagai solusi mendasar menuju perdamaian dunia.

“Konstitusi kita jelas menyatakan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan penjajahan harus dihapuskan. Indonesia punya tanggung jawab moral dan historis untuk bersuara,” tegas Prof Sutan kepada awak media.

Menurutnya, kepemimpinan Presiden Prabowo dinilai memiliki kapasitas dan keberanian untuk tampil sebagai penengah di tengah konflik global yang kian mengkhawatirkan. Peran Indonesia, lanjutnya, dapat membuka ruang dialog dan meredakan ketegangan sebelum konflik meluas ke kawasan lain, termasuk Amerika dan Eropa.

Prof Sutan juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) guna menekan seluruh pihak kembali ke meja perundingan. Ia mengingatkan bahwa perang yang dibiarkan berlarut hanya akan memperbesar korban sipil serta memicu krisis energi dan instabilitas keamanan global.

“Kita tidak boleh menunggu sampai ancaman senjata pemusnah massal benar-benar digunakan. Rakyat kecil selalu menjadi korban pertama,” ujarnya prihatin.

Selain langkah diplomasi, ia juga mengingatkan pemerintah agar memperkuat ketahanan energi nasional sebagai langkah antisipatif menghadapi dampak geopolitik yang tidak menentu.

Menutup pernyataannya, Prof Sutan menyampaikan harapan agar Indonesia bersama negara-negara pencinta perdamaian konsisten menolak segala bentuk penjajahan dan agresi militer.

“Dunia menunggu suara penyejuk. Indonesia harus hadir membawa solusi, bukan sekadar menjadi penonton,” pungkasnya.

Editor indra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *