Medan — Minggu pagi (29/3/2026) di Jl. Cemara, Pulo Brayan Darat II, Medan Timur, tak berjalan seperti biasa. Di antara rumah-rumah sederhana dan wajah-wajah yang lelah oleh kerasnya hidup, hadir langkah-langkah tegas yang justru membawa ketenangan.
Mereka adalah personel Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Sumatera Utara.
Namun hari itu, mereka bukan datang untuk menghadapi ancaman. Mereka datang membawa harapan.
Dipimpin oleh Danton 1 Kompi 1, IPDA Afrildhon Pasaribu, S.H., para personel menyusuri sudut-sudut pemukiman warga. Di tangan mereka, bukan senjata yang diangkat—melainkan paket sembako yang menjadi simbol kepedulian.
Satu per satu pintu diketuk. Satu per satu tangan disambut.
Dan di momen itulah, suasana berubah.
Beberapa warga tak mampu menyembunyikan haru. Mata yang semula redup, perlahan berbinar. Ada senyum yang merekah, ada pula air mata yang jatuh—bukan karena kesedihan, tetapi karena merasa diperhatikan.
“Terima kasih, Pak…”
Ucapan sederhana itu terdengar lirih, namun sarat makna.
Kegiatan bertajuk Minggu Kasih ini bukan sekadar rutinitas bakti sosial. Ia menjadi pengingat bahwa di balik seragam hitam yang identik dengan ketegasan, tersimpan hati yang peka terhadap penderitaan sesama
Indra/humas

