Medan, 2 April 2026 — Di balik seragam loreng dan tugas berat yang tak pernah ringan, tersimpan sisi lain dari pengabdian para personel Kompi 2 Batalyon C Brimob Sumatera Utara—sebuah kisah tentang ketulusan, kerja keras, dan harapan yang ditanam perlahan di atas tanah sederhana.
Pagi itu, di sudut markas yang disulap menjadi Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), bukan suara komando yang menggema, melainkan canda hangat dan langkah kaki penuh semangat. Tangan-tangan yang biasanya sigap menjaga keamanan negeri, kini dengan lembut memetik kangkung dan selada yang tumbuh subur—hasil dari ketekunan yang dirawat hari demi hari.
Di bawah kepemimpinan AKP Januar Fazhari, S.H., kegiatan panen ini bukan sekadar memetik hasil, melainkan memanen nilai-nilai kehidupan. Setiap helai daun yang terangkat dari tanah menjadi saksi bahwa di tengah kerasnya tugas, para personel tetap mampu menumbuhkan kehidupan, merawat harapan, dan menjaga kebersamaan.
Hamparan hijau yang terbentang bukan hanya tentang tanaman yang tumbuh, tetapi tentang jiwa-jiwa yang saling menguatkan. Tentang kebersamaan yang tidak dibangun dalam satu malam, melainkan dari keringat, kesabaran, dan rasa peduli yang tumbuh perlahan.
“Ini bukan hanya soal pangan,” ujar AKP Januar dengan penuh makna, “ini tentang bagaimana kita belajar saling menjaga, saling menguatkan, dan tetap berdiri bersama dalam setiap keadaan.”
Hasil panen yang kemudian dibagikan kepada seluruh personel bukan sekadar sayuran segar, tetapi simbol dari kebersamaan yang telah mereka rawat. Di setiap genggaman kangkung dan selada, ada rasa syukur, ada kehangatan, dan ada ikatan yang semakin erat di antara mereka.
Di tanah yang sama mereka berpijak, para Bhayangkara ini membuktikan—bahwa pengabdian tidak hanya tentang menjaga keamanan, tetapi juga tentang menanam kehidupan, merawat kebersamaan, dan menghadirkan harapan bagi sesama.
Indra/humas

