Sentuhan Nyata dari PT PHPO KIM II, Jalan Harapan Warga Saentis Kini Tak Lagi Berlumpur

PERCUT SEITUAN, – Dulu, setiap langkah di Lorong Gereja, Dusun XIX, Desa Saentis, kerap diiringi rasa waswas. Jalan berlubang, licin, dan genangan air saat hujan menjadi bagian dari keseharian warga. Namun kini, cerita itu perlahan berubah menjadi rasa syukur dan harapan.

PT Permata Hijau Palm Oleo (PHPO) KIM II hadir membawa perubahan nyata. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Permata Ekonomi dan Sosial, perusahaan tersebut membangun akses jalan dengan pemasangan paving block sepanjang ±68 meter, lebar ±1,6 meter, dengan luas 108,80 m²—sebuah langkah sederhana yang berdampak besar bagi kehidupan masyarakat, Senin (13/4).

Kini, jalan yang dulunya menyulitkan telah menjelma menjadi jalur yang rapi, kuat, dan nyaman dilalui. Anak-anak bisa melangkah ke sekolah tanpa takut terpeleset, para orang tua beraktivitas dengan lebih aman, dan roda kehidupan warga pun bergerak lebih lancar.

Pimpinan Area Pabrik PT PHPO KIM II, Cahaya Sembiring, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian yang tulus dari perusahaan kepada masyarakat sekitar.

“Kami ingin kehadiran perusahaan benar-benar dirasakan manfaatnya. Bukan hanya hari ini, tetapi juga untuk masa depan. Selain pembangunan jalan, kami juga terus berupaya hadir melalui berbagai program sosial, ekonomi, kesehatan, hingga kegiatan keagamaan,” ungkapnya dengan penuh harap.

Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama menjaga apa yang telah dibangun.

“Jalan ini bukan hanya milik perusahaan, tapi milik kita bersama. Mari dirawat, dijaga kebersihannya, agar tetap menjadi manfaat bagi generasi berikutnya,” pesannya.

Apresiasi mengalir dari pemerintah setempat. Kasi Pembangunan Kecamatan Percut Seituan, M Yogie Adlin, menyebut bantuan ini sebagai wujud nyata sinergi yang membawa dampak langsung bagi masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih. Ini bukan sekadar pembangunan jalan, tapi juga membuka akses kehidupan yang lebih baik. Semoga perusahaan terus berkembang dan tetap hadir untuk masyarakat,” ujarnya.

Di tengah perubahan itu, suara paling tulus datang dari warga. Mereka yang dulu harus berhati-hati melangkah di jalan rusak, kini bisa berjalan dengan lebih ringan—tanpa rasa cemas, tanpa takut tergelincir.

Paving block yang tersusun rapi itu bukan hanya membentuk jalan, tetapi juga menyusun harapan. Tentang kepedulian yang nyata, tentang kebersamaan yang terjaga, dan tentang masa depan lingkungan yang lebih layak untuk ditinggali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *