Penghormatan Terakhir Dalam Tangis: Brimob Polda Sumut Mengantar Kepergian Putra Terbaik Bhayangkara, Brigjen Pol. (Purn) Raziman Tarigan, S.H.

Medan — Pagi itu terasa berbeda. Udara seakan lebih berat, langit tampak sendu, dan langkah-langkah yang mengiringi kepergian Brigjen Pol. (Purn) Raziman Tarigan, S.H. dipenuhi duka yang tak terucap. Di antara isak yang tertahan, bangsa ini kembali melepas salah satu putra terbaiknya—seorang abdi negara yang telah menuntaskan pengabdian hingga akhir hayatnya.

Dari kediaman sederhana di Jalan Melati Raya No.55, Sempakata, Medan Selayang, keheningan menyelimuti setiap sudut. Tangis keluarga pecah perlahan, memeluk kepergian yang begitu terasa tiba-tiba. Doa-doa mengalir lirih, mengiringi jasad yang kini terbujur kaku—namun menyimpan jejak hidup yang begitu besar bagi banyak orang.

Upacara pemberangkatan jenazah dipimpin oleh Irjen Pol. (P) Robert Aritonang dengan penuh khidmat. Setiap aba-aba terdengar tegas, namun menyimpan getar kehilangan. Barisan yang berdiri tegap tak mampu menyembunyikan duka di dalam dada—sebab yang mereka lepas hari itu bukan sekadar seorang perwira tinggi, melainkan sosok panutan, guru kehidupan, dan bagian dari keluarga besar yang tak tergantikan.

Di mata Korps Brimob Polri, almarhum adalah jejak sejarah yang hidup. Dedikasinya bukan hanya tercatat, tetapi tertanam dalam hati mereka yang pernah berjalan bersamanya. Ia adalah teladan dalam diam, pemimpin dalam keteguhan, dan pengabdi yang tak pernah menuntut balasan.

Saat Satuan Brimob Polda Sumatera Utara berdiri mengawal, itu bukan sekadar tugas. Itu adalah penghormatan terakhir yang lahir dari hati. Di balik seragam dan sikap sempurna, tersimpan rasa kehilangan yang sama—sunyi, namun dalam.

Perjalanan menuju Taman Makam Pahlawan di Jalan Sisingamangaraja menjadi perjalanan yang terasa begitu panjang. Setiap meter yang dilalui seolah membawa kenangan demi kenangan yang tak akan pernah kembali. Di sanalah, di tanah peristirahatan terakhir, keheningan semakin terasa menggema.

Dipimpin oleh Wakapolda Sumatera Utara, Brigjen Pol. Sonny Irawan, penghormatan terakhir diberikan dengan penuh takzim. Saat jasad perlahan diturunkan ke liang lahat, waktu seakan berhenti. Tangis tak lagi bisa ditahan. Hati siapa pun yang menyaksikan seakan ikut runtuh bersama tanah yang menutup peristirahatan terakhirnya.

Para sahabat, rekan, dan keluarga hanya bisa berdiri dalam diam—menyimpan sejuta kenangan yang kini berubah menjadi rindu. Tidak ada kata yang cukup untuk menggambarkan kehilangan ini. Tidak ada perpisahan yang benar-benar siap diterima.

Namun satu hal yang pasti—pengabdian Brigjen Pol. (Purn) Raziman Tarigan, S.H. tidak pernah benar-benar berakhir. Ia hidup dalam jejak yang ditinggalkan, dalam nilai yang diwariskan, dan dalam semangat yang akan terus menyala di dada para penerus Bhayangkara.

Hari ini, tubuhnya memang kembali ke tanah. Tapi namanya, pengorbanannya, dan keteladanannya… akan tetap hidup, abadi, dan tak tergantikan.

Indra/humas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *