Medan ~Di bawah teriknya matahari dan semangat pengabdian yang tak pernah padam, personel Korps Brigade Mobil Kepolisian Daerah Sumatera Utara bersama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan menggelar latihan gabungan SAR di Mako Kompi 4 Batalyon C Kepulauan Nias, Rabu (13/05/2026).
Bukan sekadar latihan biasa, kegiatan ini menjadi gambaran nyata tentang kesiapan para aparat kemanusiaan yang rela mempertaruhkan tenaga, waktu, bahkan keselamatan demi menolong masyarakat saat bencana dan situasi darurat datang tanpa aba-aba.
Dipimpin langsung oleh Kakansar Nias, Putu Arga Sujarwadi bersama Danton 1 Kompi 4 Batalyon C, Ifanel Y. Harefa, latihan difokuskan pada kemampuan Search and Rescue (SAR) seperti mountaineering, rappelling, dan vertical rescue — kemampuan penting yang kerap menjadi penentu antara harapan dan keselamatan seseorang di medan berbahaya.
Tali yang tergantung di tebing, langkah hati-hati saat turun dari ketinggian, hingga kerja sama saat simulasi evakuasi bukan hanya menunjukkan keterampilan, tetapi juga menggambarkan kuatnya rasa kemanusiaan yang tumbuh di antara para personel.
Di balik seragam dan perlengkapan tempur, ada hati yang selalu siap hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongan. Mereka berlatih bukan untuk dipuji, melainkan agar ketika musibah datang, tak ada nyawa yang terlambat diselamatkan.
Ipda Ifanel Y. Harefa menyampaikan bahwa latihan gabungan ini menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan dan kekompakan lintas instansi demi pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Latihan ini bukan hanya soal kemampuan teknis, tetapi tentang bagaimana kami bisa bergerak cepat dan saling mendukung demi keselamatan masyarakat saat situasi darurat terjadi,” ungkapnya.
Kebersamaan yang terjalin dalam latihan ini menjadi pesan bahwa kemanusiaan tidak mengenal batas instansi. Saat masyarakat berada dalam bahaya, Brimob dan Basarnas hadir berdampingan, membawa harapan, keberanian, dan pengorbanan demi satu tujuan: menyelamatkan sesama.
Indra/humas

