Srikandi Surosowan Lampung Sentil DPRD dan Pemkot Metro: Rakyat Butuh Solusi, Bukan Drama Politik

METRO – Suara keras namun penuh pesan persatuan disampaikan Ketua Srikandi Pendekar Banten Silat dan Seni Debus Surosowan Lampung, Endang Rualiana. Politisi PDI Perjuangan tersebut mengingatkan jajaran legislatif dan eksekutif Kota Metro agar menghentikan polemik yang tidak produktif dan mulai fokus menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.

 

Dalam pernyataannya pada Selasa (9/6/2026), Endang menegaskan bahwa masyarakat tidak membutuhkan pertunjukan saling menyalahkan di ruang publik. Menurutnya, rakyat menunggu kerja nyata, bukan adu argumentasi yang berujung tanpa penyelesaian.

“Sebagai anak Kota Metro, saya prihatin jika DPRD dan Pemerintah Kota hanya sibuk berdebat sementara persoalan rakyat masih menumpuk. Banjir belum tuntas, jalan rusak masih ditemukan, dan pelaku UMKM masih berjuang menghadapi berbagai keterbatasan. Yang dibutuhkan rakyat adalah solusi, bukan drama politik,” tegasnya.

 

Endang kemudian melontarkan tiga kritik mendasar kepada para pemangku kebijakan di Kota Metro.

 

Pertama, ia meminta legislatif menghentikan pola kritik tanpa menawarkan jalan keluar. Menurutnya, fungsi pengawasan tidak boleh berhenti pada menemukan kesalahan pemerintah, melainkan harus disertai gagasan dan dukungan kebijakan yang konkret.

“Kritik tanpa solusi hanya akan menjadi seremonial politik. Rakyat tidak memilih wakilnya untuk sekadar menunjuk kesalahan, melainkan menghadirkan penyelesaian,” ujarnya.

 

Kedua, Endang mengingatkan eksekutif agar tidak alergi terhadap kritik dan legislatif agar tidak hanya aktif saat rapat formal. Ia mendorong kedua lembaga turun langsung ke lapangan melihat persoalan masyarakat dan bekerja bersama menyusun langkah penyelesaian.

“APBD adalah uang rakyat. Setiap rupiah harus menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan menjadi bahan perdebatan berkepanjangan,” katanya.

 

Ketiga, Endang menegaskan bahwa tokoh publik harus menjadi pemersatu, bukan justru memperlebar jarak dan konflik di tengah masyarakat. Menurutnya, kepentingan rakyat harus ditempatkan di atas kepentingan politik maupun kelompok.

“Kalau legislatif dan eksekutif terus berjalan sendiri-sendiri, maka yang dirugikan adalah rakyat. Kota Metro adalah rumah bersama yang harus dibangun dengan semangat gotong royong,” tegasnya.

 

Sebagai bentuk komitmen terhadap pembangunan daerah, Endang secara terbuka menantang Ketua DPRD Kota Metro dan Wali Kota Metro untuk duduk bersama dalam forum terbuka bertajuk “Metro Benah Bareng” dalam waktu satu pekan ke depan.

 

Forum tersebut diusulkannya melibatkan tokoh adat, ulama, pemuda, organisasi masyarakat, media, pelaku UMKM hingga perwakilan masyarakat pasar guna membahas persoalan prioritas daerah dan menyusun komitmen bersama yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

“Kalau berani duduk bersama dan membuat komitmen di depan rakyat, itulah sikap negarawan. Jabatan adalah amanah untuk melayani, bukan untuk dilayani. Saatnya seluruh elemen pemerintahan berhenti saling menyalahkan dan mulai bekerja bersama demi kemajuan Kota Metro,” pungkas Endang Rualiana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *