Medan – Sebuah aksi keberanian yang terekam kamera dan viral di media sosial kini menjadi perbincangan hangat masyarakat. Di tengah hiruk-pikuk Kota Medan, seorang personel Brimob tampil bak garda terdepan penjaga fasilitas publik saat menghadapi langsung dua pria yang diduga tengah melakukan pencurian kabel lampu penerangan jalan.
Peristiwa yang terjadi di Jalan Gatot Subroto, tepatnya di depan Showroom Mitsubishi Sardana Medan, Kamis (11/06/2026), bukan sekadar aksi penegakan ketertiban biasa. Momen tersebut berubah menjadi tontonan yang menyita perhatian publik setelah video keberanian personel KBR Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Sumut tersebar luas dan viral di berbagai platform media sosial.
Dalam video yang beredar, tampak seorang personel Brimob berdiri tegak menghadapi orang tak dikenal yang diduga sedang memotong kabel fasilitas umum. Tanpa ragu dan tanpa gentar, ia berusaha menghentikan aksi yang dinilai merugikan masyarakat luas.
Sosok personel tersebut diketahui adalah Aipda Fitra Hendra. Berawal dari laporan petugas keamanan showroom yang mencurigai adanya aktivitas pemotongan kabel penerangan jalan oleh dua pria, Aipda Fitra langsung bergerak menuju lokasi. Respons cepat itu menjadi bukti nyata bahwa Brimob tidak pernah menutup mata terhadap setiap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Ketegangan sempat memuncak ketika salah satu pria yang sebelumnya telah ditegur justru kembali ke lokasi dan diduga berusaha melanjutkan aksinya. Situasi berubah semakin panas saat pelaku melakukan perlawanan bahkan mendorong personel Brimob yang tengah menjalankan tugasnya.
Namun keberanian tidak pernah lahir dari kemarahan. Dengan ketenangan, profesionalisme, dan keberanian yang terukur, Aipda Fitra Hendra tetap berdiri kokoh menghadapi situasi yang berisiko tinggi, meskipun pelaku diduga membawa alat berbahaya.
Di tengah kerumunan warga yang semakin banyak menyaksikan peristiwa tersebut, satu kalimat yang keluar dari mulut Aipda Fitra justru mengguncang hati publik dan menjadi kutipan yang paling banyak dibagikan di media sosial.
“Jelek nama Kota Medan ini kalau masih ada yang melakukan perbuatan seperti ini.”
Kalimat sederhana itu menjelma menjadi simbol kepedulian terhadap kota yang dicintai. Bukan sekadar teguran, tetapi sebuah pesan moral yang menyentuh kesadaran publik bahwa menjaga fasilitas umum adalah menjaga martabat daerah sendiri.
Dukungan warga pun mengalir deras. Banyak masyarakat yang berada di lokasi memberikan apresiasi atas keberanian personel Brimob yang rela mengambil risiko demi melindungi aset negara dan kepentingan masyarakat.
Tak berhenti sampai di situ, video viral tersebut langsung mendapat perhatian serius dari Satuan Brimob Polda Sumut. Bergerak cepat tanpa menunggu lama, Personel Seksi Intel Sat Brimob Polda Sumut melakukan penelusuran terhadap kedua pria yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.
Di bawah komando Kasi Intel Sat Brimob Polda Sumut AKP M. Idris, S.H., tim berhasil mengamankan pria pertama sekitar pukul 15.50 WIB di kawasan Simpang Barat Jalan KH. Wahid Hasyim saat yang bersangkutan sedang menjaga parkir. Selang beberapa menit kemudian, sekitar pukul 16.05 WIB, pria kedua yang wajahnya terekam jelas dalam video viral berhasil ditemukan di depan Kopi Kenangan Jalan Gatot Subroto.
Kedua pria tersebut selanjutnya diamankan dan diserahkan kepada Polsek Medan Baru untuk menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
AKP M. Idris, S.H. menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam terhadap setiap tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan masyarakat maupun merusak fasilitas publik.
“Kami bergerak cepat menindaklanjuti video yang viral di media sosial. Setelah dilakukan penyelidikan dan penelusuran, kedua pria yang diduga terlibat berhasil diamankan untuk proses hukum lebih lanjut. Ini adalah bentuk komitmen kami bahwa Brimob hadir bukan hanya saat terjadi gangguan besar, tetapi juga untuk menjaga setiap fasilitas yang menjadi hak masyarakat. Kami akan terus responsif terhadap setiap ancaman kamtibmas demi menciptakan rasa aman dan nyaman bagi seluruh warga Kota Medan,” tegasnya.
Viralnya aksi ini menjadi bukti bahwa keberanian, kepedulian, dan ketegasan masih hidup di tengah masyarakat. Di saat sebagian orang memilih diam, seorang personel Brimob berdiri di garis depan demi menjaga kepentingan publik.
Karena bagi Brimob Sumut, menjaga keamanan bukan sekadar tugas. Itu adalah panggilan pengabdian. Dan ketika fasilitas umum terancam, mereka hadir sebagai benteng terakhir yang siap menjaga marwah Kota Medan dari tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab. bertanggung jawab.
Indra/humas

