Dedi Cahyana: Donor Darah Bukan Sekadar Kegiatan, Tapi Aksi Menyelamatkan Sesama

 

Metro — Semangat kemanusiaan kembali ditunjukkan Ketua Harian PSMTI Metro, Dedi Cahyana, melalui kegiatan Gebyar Donor Darah yang digelar di McDonald’s Metro, Jalan A.H. Nasution, Minggu (21/6/2026).

 

Dedi Cahyana menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan tersebut. Dari target 300 pendonor, sebanyak 220 orang mendaftarkan diri dan berhasil terkumpul 190 kantong darah yang siap disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Terima kasih kepada seluruh pendonor yang telah meluangkan waktu dan dengan tulus mendonorkan darahnya. Setetes darah yang diberikan sangat berarti dan dapat menyelamatkan nyawa orang lain,” ujar Dedi Cahyana.

 

Menurutnya, donor darah bukan hanya bentuk kepedulian sosial, tetapi juga menjadi investasi kesehatan bagi pendonor sekaligus wujud nyata semangat gotong royong dalam membantu sesama.

 

Sementara itu, Hardianto Luke Sialahi, yang membidangi pelayanan donor darah, didampingi Ade Bunari selaku Kemitraan PMI Provinsi Lampung, menjelaskan bahwa kebutuhan darah di Provinsi Lampung masih sangat tinggi.

 

Ia mengungkapkan, saat ini terdapat sekitar 300 penyandang talasemia di Provinsi Lampung. Setiap penderita membutuhkan transfusi sekitar 4 hingga 6 kantong darah secara rutin sehingga PMI Provinsi Lampung harus menyediakan sedikitnya 200 kantong darah setiap hari, atau sekitar 6.000 hingga 7.000 kantong darah setiap bulan.

“Khusus Kota Metro, kebutuhan darah mencapai sekitar 2.000 kantong setiap bulan. Karena itu kami berharap masyarakat semakin sadar pentingnya donor darah secara rutin,” tegas Luke.

 

Ia juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2025 PMI Provinsi Lampung turut mengirimkan sekitar 400 kantong darah sebagai bantuan kemanusiaan bagi daerah terdampak bencana, termasuk Aceh, Medan, dan Padang. Langkah tersebut kemudian diikuti oleh sejumlah provinsi lainnya.

 

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan edukasi mengenai talasemia, yaitu kelainan darah bawaan yang bukan merupakan penyakit menular. Penderita talasemia mayor harus menjalani transfusi darah secara rutin seumur hidup agar tetap dapat menjalani aktivitas dan mempertahankan kualitas hidupnya. Karena itulah, keberadaan pendonor darah sukarela menjadi sangat penting dan menjadi harapan bagi ribuan pasien.

Turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, jurnalis Dwi Hartoyo kembali mendonorkan darahnya untuk yang ke-57 kalinya. Ia mengajak generasi muda agar tidak ragu menjadi pendonor darah.

“Donor darah adalah bentuk kepedulian yang sederhana, namun manfaatnya luar biasa. Mari jadikan donor darah sebagai kebiasaan, karena setetes darah yang kita berikan bisa menjadi harapan hidup bagi mereka yang sedang berjuang melawan penyakit,” ajaknya.

 

Melalui kegiatan ini, PSMTI Metro bersama PMI berharap kesadaran masyarakat untuk berdonor darah terus meningkat. Sebab, setiap kantong darah yang terkumpul bukan sekadar angka, melainkan harapan baru bagi pasien talasemia, korban kecelakaan, ibu melahirkan, pasien operasi, hingga mereka yang tengah berjuang mempertahankan hidup. Setetes darah yang didonorkan hari ini dapat menjadi penyelamat nyawa bagi sesama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *