MEDAN, Juli 2026 – Di tengah denyut kehidupan masyarakat pesisir Belawan, harapan baru kembali dinyalakan. PT Pelindo Multi Terminal, anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, mempertegas komitmennya untuk tidak hanya tumbuh sebagai perusahaan, tetapi juga hadir sebagai bagian dari perjalanan masyarakat menuju kehidupan yang lebih mandiri dan sejahtera.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Pelindo Multi Terminal berkolaborasi dengan Pelindo Regional 1 menghadirkan Program Pelatihan dan Pendampingan Vokasi Barista dan Pengolahan Hasil Laut. Program ini menjadi ruang belajar, ruang bertumbuh, sekaligus jalan pembuka bagi masyarakat Belawan untuk mengubah keterampilan menjadi peluang dan peluang menjadi masa depan.
Sebanyak 32 peserta dari enam kelurahan di Kecamatan Medan Belawan mengikuti program tersebut. Kegiatan dibuka di Grha Pelindo, Medan, pada Senin (6/7), sebelum para peserta menjalani rangkaian pelatihan, magang, hingga pendampingan selama tiga bulan ke depan.
Bukan sekadar pelatihan biasa, program ini menjadi ikhtiar bersama untuk membekali masyarakat dengan kemampuan yang dapat digunakan dalam dunia kerja maupun dalam membangun usaha secara mandiri. Di tangan para peserta, secangkir kopi bukan hanya minuman, melainkan peluang usaha. Sementara hasil laut bukan lagi sekadar sumber daya pesisir, melainkan potensi ekonomi yang dapat diolah menjadi jalan menuju kemandirian.
Program ini dilaksanakan bersama Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan sebagai mitra pelatihan serta Baitulmaal Muamalat (BMM) sebagai mitra pelaksana dan fasilitator pendampingan.
VP Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Pelindo Multi Terminal, Zulhendri, menegaskan bahwa program tersebut dirancang untuk menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat.
“Pelatihan ini bukan sekadar datang, mengikuti kelas, lalu memperoleh sertifikat. Yang lebih penting adalah bagaimana kompetensi yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja maupun membangun usaha secara mandiri. Kami berharap program ini mampu melahirkan tenaga kerja yang siap bersaing sekaligus mendorong lahirnya UMKM yang memiliki daya saing sehingga dapat berkontribusi terhadap penguatan ekonomi masyarakat Belawan,” ujar Zulhendri.
Ia menambahkan, Pelindo meyakini bahwa kemajuan perusahaan tidak dapat dipisahkan dari kemajuan masyarakat di sekitar wilayah operasional. Karena itu, investasi terbaik bukan hanya pada infrastruktur dan pelayanan, tetapi juga pada manusia yang menjadi penggerak kehidupan daerah.
Perwakilan Baitulmaal Muamalat sekaligus Pembimbing Teknis Program, Rizky Ardani Situmorang, menyampaikan bahwa peserta akan mendapatkan proses pembelajaran yang menyeluruh, mulai dari pelatihan hingga praktik lapangan.
“Pelatihan ini merupakan tahapan awal dari rangkaian program yang telah disusun. Setelah mengikuti pelatihan di BBPVP Medan, peserta akan melanjutkan proses magang dan pendampingan agar kompetensi yang diperoleh dapat diterapkan secara nyata, baik untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri,” jelas Rizky.
Program vokasi ini terbagi dalam dua bidang, yakni pelatihan barista dan pengolahan hasil laut. Masing-masing bidang diikuti oleh 16 peserta. Pelatihan akan dimulai di BBPVP Medan pada 13 Juli 2026, dengan durasi 18 hari untuk kelas barista dan lima hari untuk kelas pengolahan hasil laut.
Setelah menyelesaikan pelatihan, para peserta tidak langsung dilepas begitu saja. Mereka akan melanjutkan proses magang serta pendampingan berkelanjutan agar ilmu yang diperoleh benar-benar dapat diterapkan, dikembangkan, dan menjadi sumber penghidupan.
Sebagai simbol kesungguhan dan tekad bersama, kegiatan pembukaan ditutup dengan penandatanganan surat pernyataan komitmen oleh seluruh penerima manfaat. Tanda tangan tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan janji untuk menuntaskan proses, belajar dengan sungguh-sungguh, dan berani melangkah menuju masa depan yang lebih baik.
Camat Medan Belawan, Robby Kurniawan, memberikan apresiasi atas inisiatif Pelindo yang dinilai membuka ruang besar bagi masyarakat, khususnya generasi muda Belawan, untuk meningkatkan kompetensi dan membangun masa depan melalui keterampilan vokasi.
“Kami berharap program seperti ini dapat terus berlanjut karena memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan pekerjaan. Mari bersama-sama menunjukkan bahwa masyarakat Belawan memiliki semangat, kompetensi, dan kemampuan untuk berkembang serta memberikan kontribusi positif bagi daerah,” ujar Robby.
Melalui program TJSL yang berfokus pada pilar pendidikan dan pengembangan masyarakat, Pelindo terus meneguhkan langkahnya untuk menciptakan nilai tambah bagi warga di sekitar wilayah operasional. Kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, lembaga pelatihan, dan mitra pendamping menjadi bukti bahwa perubahan tidak lahir dari satu pihak saja, melainkan dari kepedulian yang berjalan bersama.
Dari Belawan, Pelindo menanamkan harapan. Dari pelatihan, lahir keterampilan. Dari keterampilan, tumbuh keberanian untuk mandiri. Dan dari keberanian itu, masa depan masyarakat pesisir perlahan dibangun dengan tangan mereka sendiri.
Indra/humas

