BARITO SELATAN – Warga Desa Ngurit, Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kabupaten Barito Selatan menggelar ritual adat agama Hindu Kaharingan khas Suku Dayak Ma’anyan pada Sabtu, (11 Juli 2026).
Upacara berlangsung di wilayah RT 02 Desa Ngurit dan menjadi momen penting untuk menjaga keseimbangan hubungan manusia dengan alam serta menghormati ajaran leluhur yang diwariskan turun-temurun.
Pusat Persembahan dan Doa Keselamatan
Ritual adat ini berpusat pada pemberian persembahan atau sesajen kepada kekuatan tak kasat mata. Persembahan tersebut merupakan bentuk penghormatan dan permohonan kepada leluhur dan alam semesta.
Acara dipimpin langsung oleh tokoh adat Hindu Kaharingan. Pelaksanaan upacara dipandu oleh Pak Resto. Suasana berlangsung khidmat namun tetap meriah dan penuh kekeluargaan.
Turut hadir dalam kegiatan ini tokoh masyarakat Desa Ngurit Pak Sowito dan Pak Juanto R, serta perwakilan PT Parwata Rimba, Pak Teras Rariu.
Dilaksanakan Setiap Tahun
Menurut Pak Sowito, tradisi ini telah dijalankan secara turun-temurun dan dilaksanakan rutin satu kali dalam setahun.
“Biasanya dilaksanakan pada awal musim berladang, atau setelah panen padi selesai seluruhnya,” ujarnya.
Tujuan utama ritual ini adalah memohon perlindungan agar warga tidak terganggu oleh kekuatan alam dan roh jahat saat beraktivitas sehari-hari maupun saat mengelola lahan perkebunan dan pertanian.
Hal senada disampaikan Harmito kepada awak media pada Sabtu, 11 Juli 2026. Ia menegaskan ritual ini merupakan wujud syukur dan upaya menjaga harmoni antara manusia, alam, dan leluhur.
Narasumber: (Harmito)
Penulis: (Tim)

