Jakarta Juli 2026 – Bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42, suara keprihatinan terhadap nasib anak-anak Indonesia kembali menggema. Pakar Hukum Internasional Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H., mengetuk hati Presiden Republik Indonesia, Jenderal H. Prabowo Subianto, agar segera melahirkan regulasi yang tegas, kuat, dan menyeluruh untuk melindungi ibu dan anak dari berbagai ancaman yang semakin mengkhawatirkan.
Menurut Prof. Sutan Nasomal, Indonesia tidak boleh lagi menutup mata terhadap kenyataan pahit yang menimpa generasi penerus bangsa. Kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan seksual, perundungan, narkoba, hingga kriminalitas anak telah berkembang menjadi persoalan serius yang mengancam masa depan Indonesia.
“Sudah saatnya negara hadir dengan aturan yang lebih tegas. Ibu dan anak adalah tiang utama bangsa. Jika mereka tidak terlindungi, maka masa depan Indonesia ikut dipertaruhkan,” tegas Prof. Sutan Nasomal saat menjawab pertanyaan para pemimpin redaksi media di Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka, Cijantung, Jakarta.
Ia menilai kondisi anak-anak Indonesia telah memasuki fase darurat. Banyak anak kehilangan hak memperoleh pendidikan akibat kemiskinan, terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba, menjadi korban pelecehan seksual, hingga terseret dalam aksi tawuran, pencurian, penganiayaan, dan berbagai tindak kriminal lainnya.
Yang paling memprihatinkan, kata Prof. Sutan, kasus pelecehan seksual terhadap anak kini tidak hanya terjadi di jalanan, tetapi juga diduga melibatkan oknum di lingkungan pendidikan. Fenomena tersebut dinilainya sebagai kejahatan luar biasa yang harus mendapat perhatian serius negara agar memberikan efek jera yang maksimal kepada para pelaku.
Selain itu, peredaran narkoba yang menyasar anak-anak disebut telah menjadi ancaman nyata yang merusak masa depan generasi bangsa. Karena itu, ia meminta pemerintah memperkuat langkah pemberantasan jaringan narkotika melalui penegakan hukum yang sangat tegas sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Prof. Sutan juga menyoroti meningkatnya angka anak putus sekolah akibat tekanan ekonomi keluarga. Menurutnya, pendidikan merupakan fondasi utama kemajuan bangsa, sehingga negara harus memastikan setiap anak Indonesia memperoleh kesempatan belajar tanpa terhalang kondisi ekonomi.
Sebagai solusi, ia mendorong lahirnya Program Nasional “Jaga Anak Indonesia” yang melibatkan seluruh kementerian, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, tenaga pendidik, tokoh agama, psikolog, psikiater, dan seluruh elemen masyarakat untuk mengawal tumbuh kembang anak Indonesia.
“Melindungi anak bukan sekadar tugas keluarga, tetapi tanggung jawab negara. Keselamatan, pendidikan, kesehatan, dan masa depan mereka harus menjadi prioritas nasional,” tutup Prof. Dr. Sutan Nasomal.
Tim

