TAPANULI UTARA — Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Utara, Ditjen Bina Marga Kementerian PU, melakukan kunjungan kerja dan peninjauan langsung ke lokasi penanganan bencana alam di Kluster I Ruas Tarutung – Sipirok – Padang Sidempuan. Kegiatan ini bertujuan memastikan pelaksanaan pekerjaan di lapangan berjalan sesuai rencana, mutu, dan aspek keselamatan, Rabu (5/8/26).
Kunjungan dipimpin oleh Kasubdit Preservasi Wilayah I A, Hamdi, dan Kasubdit Rentek Wilayah I, Christoforus. Hadir mendampingi Kepala BBPJN Sumatera Utara Hardy Siahaan, Kabid Preservasi I T. Rahmatsyah, Kabid Preservasi II Agung Setyawan, Kasatker PJN II Sumut Devi Alcitra, PPK 2.2 Manaek, serta pihak Penyedia Jasa PT Adhi Karya.
Salah satu fokus peninjauan berada di STA 9+800. Di titik tersebut saat ini tengah dilaksanakan pekerjaan pengecoran dinding penahan tanah sebagai upaya penanganan titik rawan longsor sekaligus meningkatkan stabilitas lereng di sepanjang ruas jalan nasional. Terlihat para pekerja tengah merakit besi tulangan dan melakukan pengecoran dengan dukungan alat berat.
Dalam dialog di lapangan, Kepala BBPJN Sumatera Utara Hardy Siahaan menekankan pentingnya menjaga kualitas pekerjaan agar sesuai spesifikasi teknis dan dapat memberikan perlindungan optimal bagi pengguna jalan.
Ia juga mengingatkan penyedia jasa untuk segera melengkapi rambu-rambu keselamatan di area kerja.
Selain itu, Hardy menyoroti pentingnya fungsi sistem drainase. Menurutnya, perbaikan saluran perlu dilakukan untuk mengantisipasi aliran air dari bagian atas saat hujan dengan intensitas tinggi, sehingga tidak terjadi limpasan yang berpotensi menimbulkan genangan di badan jalan.
Usai peninjauan lapangan, tim melanjutkan dengan rapat koordinasi internal. Dalam rapat tersebut dibahas progres pekerjaan, kendala yang dihadapi di lapangan, serta strategi percepatan agar penanganan bencana dapat diselesaikan tepat waktu.
BBPJN Sumatera Utara berkomitmen melakukan pengawasan berkelanjutan terhadap seluruh rangkaian pekerjaan. Dengan dibangunnya dinding penahan tanah dan perbaikan infrastruktur pendukung, diharapkan keselamatan, kenyamanan, serta kelancaran mobilitas masyarakat di wilayah Sumatera Utara khususnya ruas Tarutung – Sipirok – Padang Sidempuan dapat terus meningkat.
(BBPJN Sumut/Red)

