Alamak..!!! Krisis Pasokan Bahan Baku ikan kembung kini Tengah Melanda kawasan Pulo Brayan Kota

MEDAN – Krisis pasokan bahan baku ikan kembung kini tengah melanda kawasan Pulo Brayan Kota, Medan. Kondisi ini membuat para pedagang kecil menjerit akibat kehilangan mata pencaharian utama dan mengancam eksistensi ekonomi lokal di wilayah yang dikenal sebagai jantung distribusi ikan tersebut.

Apa yang Terjadi?

Kelangkaan stok ikan kembung yang terjadi secara berkepanjangan telah memicu kepanikan di kalangan pedagang lokal. Tanpa pasokan yang stabil, para pedagang tidak hanya menghadapi penurunan omzet yang drastis, tetapi juga terancam “mati suri” karena tidak memiliki barang untuk dijajakan kepada konsumen.

Siapa yang Menginisiasi Gerakan?

Menanggapi jeritan para pedagang, Benny Andhika, ST, Kepala Staf IV Logistik dan Keuangan Makowil I/HA Korps Bela Negara Indonesia (KBNI) sekaligus tokoh pendiri “Kampung Kembung”, mengambil langkah tegas dengan menyuarakan aspirasi masyarakat bawah langsung ke tingkat nasional. Di mana dan Kapan Situasi ini Memuncak?

Keresahan ini berpusat di Pulo Brayan Kota, Medan, yang selama ini menjadi sentra perdagangan ikan. Pernyataan sikap ini disampaikan Benny di Pendopo Markas Komando KBNI, Minggu (25/1/2026), menyusul laporan para pedagang yang kian terhimpit dalam beberapa waktu terakhir.

Mengapa Masalah ini Menjadi Serius?

Menurut Benny, kelangkaan ini tidak hanya mengganggu rantai pasok, tetapi merusak ekosistem ekonomi rakyat. Ia menduga ada sumbatan dalam jalur distribusi yang belum teridentifikasi secara pasti, sehingga menciptakan ketidakpastian harga dan ketersediaan barang di pasar.

Bagaimana Langkah Penanganannya?

Benny secara terbuka mendesak intervensi langsung dari pemerintah pusat. “Kami menyampaikan keluhan ini langsung kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Kelautan dan Perikanan. Kondisi di Sumatera Utara, khususnya Kota Medan, sudah sangat mengkhawatirkan bagi pedagang kecil,” tegas Benny.

Ia menuntut tiga langkah konkret dari pemerintah:

Audit Jalur Distribusi: Melakukan pemeriksaan menyeluruh di lingkungan perikanan untuk menemukan penyebab kelangkaan.

Stabilisasi Harga dan Stok: Memastikan ketersediaan bahan baku dengan harga yang terjangkau bagi pedagang kecil.

Atensi Khusus bagi Kampung Kembung: Menjadikan isu ini prioritas agar identitas ekonomi kawasan tersebut tidak hilang.

“Jangan sampai masyarakat yang bergantung pada dagangan ikan kembung terus terpuruk akibat kelangkaan yang belum diketahui penyebab pastinya,” tutup Benny

Editor:indra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *