Premanisme Menggila di Pintu Tol Bandar Selamat, Sopir Bus Bersimbah Darah Dipukul Martil

Medan~Premanisme kembali mempertontonkan kebrutalannya di Medan. Seorang sopir bus karyawan Almasar Karona menjadi korban penganiayaan sadis setelah menolak memberikan uang kepada sejumlah pria yang diduga preman berkedok “Pak Ogah” di pintu masuk Jalan Tol Bandar Selamat, Sabtu (14/2/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.

Insiden terjadi saat bus hendak memasuki gerbang tol. Di tengah arus lalu lintas yang padat, beberapa pria yang biasa mangkal di lokasi diduga meminta uang kepada sopir. Permintaan tersebut tidak dipenuhi.

Tak terima, para pelaku langsung bertindak brutal.

Mereka melempari bus dengan batu hingga kaca pecah. Situasi semakin mencekam ketika para pelaku menyerang sopir secara langsung menggunakan martil dan kayu. Hantaman keras mengenai bagian belakang kepala korban, menyebabkan luka robek serius dan pendarahan hebat.

Aksi kekerasan itu terjadi di ruang publik dan disaksikan pengguna jalan lainnya. Keberanian pelaku melakukan penganiayaan di area pintu tol menimbulkan pertanyaan besar soal keamanan dan pengawasan di titik tersebut.

Korban telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, masyarakat mendesak aparat penegak hukum segera memburu dan menangkap para pelaku serta menertibkan praktik pungutan liar yang disebut-sebut sudah lama meresahkan di kawasan Bandar Selamat.

Peristiwa ini kembali menjadi alarm keras bahwa praktik premanisme di ruang publik bukan lagi sekadar gangguan, melainkan ancaman nyata terhadap keselamatan warga.

Indra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *