Muara Bungo – (Jelajah Perkara) — Patut diapresiasi, berbekal ilmu yang didapatkan selama menjalani masa pidana di Lapas Kelas IIB Muara Bungo, tiga orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) hasilkan karya, olahan pasir yang dicampur dengan adukan semen menjadi batu bata yang memiliki kwalitas cukup bagus.
Hal itu diungkapkan Kalapas Kelas II B, Muara Bungo, Muhammad Kameily melalui, ia menjelaskan, ada tiga orang WBP yang selama ini kita beri pembinaan kemandirian, dengan membekali berbagai keterampilan, dimana salah sutunya yakni, proses sederhana cara pembuatan batu – bata. Untuk dalam satu kali proses pembuatan, mereka menggunakan 2 sak semen dan 10 gerobak angkong pasir, dengan Hasil dapat mencetak sekitar 160 batu bata dalam setiap prosees produksinya, dimana yang tadinya cuma tumpukan bahan bangunan,kini berubah jadi hasil karya yang siap dikeringkan dan dimanfaatkan menjadi karya yang bernilai.” terang Muhammad Kameily.
Para WBP kita tersebut ada tiga orang, mereka bekerja dengan berbagi tugas, dan bekerja terlihat sangat profesional walau memakai alat seadanya. Ada yang fokus mencampur adonan, ada yang mencetak, ada yang merapikan, mengeringkan, dan hasilnya,tidak kalah dengan yang ada dijual ditoko material bangunan, ” ujarnya.
Senada, Kasi Binadik Tiopan P. Situmorang menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar membuat batu bata, tapi juga membangun keterampilan dan karakter bagi para WBP yang ada di Lapas Muara Bungo ini.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian, dimana
kami ingin WBP punya bekal keterampilan saat kembali ke masyarakat dengan keahlian untuk menopang ekonomi keluarga, dan hasil karya para WBP kita ini nantinya dapat perhatian,” kata Tiopan P Situmorang.
Kasi Binadik juga mengatakan, melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Muara Bungo telah menunjukkan bahwa di balik tembok lapas, selalu ada cerita tentang harapan dan usaha untuk perubahan hidup menjadi lebih baik lagi bila usai menjalani masa pidana,” pungkasnya.( HP).

