Baru Rampung, Proyek Peninggian Tanggul DAS di Deli Serdang 18 M Diduga Sarat KKN: Beronjong Rusak dan Tanah Rentan Amblas PPK dan Kasatker Kompak Bungkam, Kejati Sumut Terima Informasi

Deli Serdang, Sumut – Proyek peninggian tanggul hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) di Jalan Karantina Ikan, Desa Araskabu, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang yang baru beberapa bulan rampung kini sudah menunjukkan kerusakan di sejumlah titik.

Proyek yang diselenggarakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera II (BBWSS II) melalui Satuan Kerja Pemanfaatan Air dan Irigasi, PPK Irigasi Rawa I Dikerjakan oleh penyedia jasa PT Lira Permata Cibubur menggunakan APBN 2025 Senilai 18 Milliar lebih tersebut diduga dikerjakan tidak maksimal dan disinyalir sarat praktik KKN.

Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi tanggul yang telah mengalami abrasi, sementara beronjong pada bagian bawah sudah rusak dan tergerus aliran sungai.

Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat setempat terkait kualitas pekerjaan proyek yang menelan anggaran negara tersebut.

Sejumlah warga Desa Araskabu mengaku kecewa dengan hasil pekerjaan proyek yang dinilai terkesan dikerjakan asal-asalan. Padahal proyek tersebut baru selesai dikerjakan pada tahun 2025.

“Kami sebenarnya sangat berterima kasih kepada pemerintah karena sudah membangun tanggul ini. Tapi kami lihat hasilnya kurang memuaskan. Ini kalau dipijak saja sisi kiri dan kanan timbunan tanggul langsung amblas tanahnya ke arah sungai,” ujar salah seorang warga kepada wartawan.

Menurut warga, seharusnya pihak penyedia jasa memastikan kestabilan dan daya tahan struktur tanggul, mengingat anggaran proyek tersebut sangat besar. Namun fakta di lapangan justru menunjukkan kondisi tanah timbunan yang tampak tidak padat dan mudah tergerus.

“Sepertinya tanah peninggian tanggul ini hanya seperti menempel saja. Sekarang sudah banyak yang mengalami abrasi atau selasar,” tambahnya.

Selain itu, dugaan kejanggalan juga mengarah pada kemungkinan pengurangan spesifikasi teknis pekerjaan, termasuk mutu pemasangan beronjong. Meskipun secara kasat mata susunan batu terlihat rapi, namun ditemukan banyak celah kosong pada ikatan batu di dalam kawat beronjong.

Warga juga menilai ukuran kawat yang digunakan tidak sesuai standar, sehingga sebagian batu terlihat keluar dari kawat pengikat. Bahkan pada beberapa titik pemasangan beronjong tidak dilengkapi geotextile pada bagian belakang top beronjong, yang seharusnya menjadi bagian penting dalam memperkuat struktur tanggul.

Tidak hanya itu, di beberapa titik rawan longsor juga ditemukan tidak dipasangi beronjong sebagai penahan tanah. Kondisi ini semakin memperkuat dugaan adanya pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditentukan.

Keanehan lain juga terlihat pada ujung peninggian tanggul yang ternyata buntu dan tidak memiliki akses lanjutan menuju jalan lain. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai perencanaan proyek yang dinilai tidak matang.

Masyarakat berharap pihak terkait, khususnya instansi pengawas dan aparat penegak hukum, segera turun tangan melakukan pemeriksaan terhadap proyek tersebut. Mereka meminta agar penggunaan anggaran negara benar-benar diawasi dan tidak menjadi ajang praktik korupsi yang merugikan masyarakat.

Kasatker Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan air Sumatera II Joni Kairil dan PPK Irigasi Rawa I Sakban Panggabean yang dikonfirmasi, sabtu dan senin (9/3/26). terkait Proyek yang diduga meninggalkan sejumlah masalah tersebut Kompak Bungkam diduga tidak berani membalas konfirmasi wartawan.

Hal ini pun semakin mencuat adanya dugaan Korupsi. Kolusi dan nepotisme, masyarakat mendesak Aparat penegak hukum, Menteri PU dan stakeholder lainnya turun ke lapangan guna melihat langsung pekerjaan tersebut dan memanggil Pejabat yang diduga terlibat dan Penyedia jasa untuk pertanggungjawaban.

Sementara itu, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara melalui Kasi Penkum Kejati Sumut Rizaldi sudah menerima informasi terkait Proyek peninggian tanggul DAS yang diduga meninggalkan sejumlah masalah tersebut.

(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *