Ketika Harapan Nyaris Padam, Brimob Polda Sumut Berdiri Bersama Rakyat Tapanuli Selatan

Tapanuli Selatan ~ Di tengah luka akibat bencana yang melanda Kabupaten Tapanuli Selatan, hadir sosok-sosok berseragam yang bukan hanya membawa kewenangan, tetapi juga ketulusan. Personel Batalyon C Satuan Brimob Polda Sumatera Utara datang bukan sekadar menjalankan perintah tugas, melainkan menghidupkan kembali semangat masyarakat untuk bangkit dan berdiri tegak.

Kamis (18/02/2026), di Desa Garoga dan Desa Aek Ngadol Sitinjak, Kecamatan Batang Toru, pengabdian itu terasa nyata. Di sana, Brimob hadir menyatu dengan warga, bekerja berdampingan tanpa sekat, tanpa jarak.

Di Desa Aek Ngadol Sitinjak, personel membantu proses penyembelihan satu ekor lembu bantuan untuk masyarakat terdampak. Bukan sekadar memastikan distribusi berjalan tertib, tetapi ikut turun tangan, mengangkat, membersihkan, dan memastikan daging bantuan tersalurkan dengan layak. Di tengah kesederhanaan itu, terbangun kehangatan yang sulit digantikan—sebuah kebersamaan antara aparat dan rakyat yang saling menguatkan dalam masa sulit.

Sementara di Desa Garoga, kepedulian diwujudkan melalui pembersihan total Masjid Taqwa Muhammadiyah. Setiap sudut rumah ibadah dibersihkan dengan penuh ketelitian—lantai dipel hingga bersih mengilap, halaman dirapikan, kamar mandi disanitasi, serta bak air diganti dan dibersihkan. Bukan hanya membersihkan bangunan, tetapi memulihkan kenyamanan dan ketenangan hati masyarakat, terlebih menjelang Bulan Suci Ramadan, saat masjid menjadi pusat spiritual dan kebersamaan umat.

Di sisi lain, dapur lapangan terus beroperasi. Asap mengepul dari tungku, personel bahu-membahu menyiapkan makanan hangat untuk warga. Setiap porsi yang dibagikan bukan hanya sekadar konsumsi, tetapi simbol bahwa negara hadir di tengah rakyatnya. Brimob menunjukkan bahwa menjaga keamanan tidak terpisah dari menjaga ketahanan sosial dan kemanusiaan.

Komitmen itu juga tampak dalam pengamanan pembangunan hunian bagi warga terdampak. Di Posko Brimob Hapesong Lama, Desa Simatuhir, pembangunan 29 kopel atau 145 pintu hunian sementara terus berjalan di atas lahan ±0,8 hektare. Patroli dan pengamanan dilakukan secara intensif agar proses pembangunan berjalan aman dan lancar. Lingkungan sekitar posko pun dibersihkan, menciptakan ruang yang layak dan nyaman bagi masyarakat serta para pekerja.

Sementara itu, di Posko Brimob Hapesong Baru yang berada di areal PTPN IV, pembangunan 112 kopel atau 227 pintu hunian tetap di atas lahan ±5 hektare menunjukkan progres signifikan. Kehadiran personel Brimob memberi rasa aman dan kepastian bagi semua pihak—bahwa proses pemulihan berjalan dalam pengawasan dan perlindungan maksimal.

Sinergitas juga diperkuat melalui kegiatan kebersamaan bersama Bupati Tapanuli Selatan menjelang Ramadan. Kolaborasi antara aparat, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi pondasi kuat dalam mempercepat pemulihan wilayah terdampak.

Seluruh rangkaian kegiatan dipimpin oleh Danton Penugasan IPDA Leonardo Marbun, yang memastikan setiap personel bekerja dengan disiplin, tanggung jawab, dan hati nurani. Dalam setiap langkah dan setiap tindakan, tergambar satu pesan kuat: Brimob bukan hanya penjaga keamanan, tetapi penggerak harapan.

Karena bagi Brimob, tugas bukan semata menjaga situasi tetap kondusif. Tugas adalah memastikan setiap keluarga yang terdampak kembali memiliki tempat tinggal, setiap rumah ibadah kembali nyaman digunakan, dan setiap warga kembali tersenyum menatap hari esok dengan keyakinan baru.

BRIGADE!!!

Brimob Untuk Nusa dan Bangsa.

Indra/humas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *