Tapanuli Tengah – 25 Mei 2026 | Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo melakukan kunjungan kerja ke sejumlah titik infrastruktur strategis di Sumatera Utara untuk memastikan konektivitas dan penanganan pascabencana berjalan optimal pada hari sabtu (23/5/26).
Di Tapanuli tengah, Menteri Dody meninjau ruas Jalan Nasional Tarutung–Sibolga sepanjang 60 km yang menjadi penghubung utama wilayah timur dan barat Provinsi Sumatera Utara. Ia didampingi Kepala BBPJN Sumatera Utara Hardy dan jajaran balai Kementerian PU wilayah Sumut.
Hardy menjelaskan, penanganan di ruas ini sudah berjalan signifikan. Di Km 16+550 ruas Tarutung–Batas Tapanuli Tengah, dibangun dinding penahan tanah SPT 17 sepanjang 50 meter dengan tinggi 3,5 meter. Pekerjaan borpile juga sudah terpasang 49 dari 52 titik dengan kedalaman 15 meter.
Untuk penanganan rehab/rekon, saat ini dikerjakan di 10 lokasi dinding penahan tanah dari total 20 lokasi yang direncanakan pada 2026. Selain itu dilakukan perbaikan perkerasan, pelebaran titik sempit, dan penguatan tebing di area rawan longsor.
“Jalan ini jalur vital. Kalau jalannya bagus, orang dan barang bisa bergerak cepat,” kata Dody.
Rombongan kemudian melanjutkan tinjauan ke Kabupaten Tapanuli Tengah untuk melihat progres pembangunan sabo dam di Sungai Aek Tukka, Sabtu (23/5/2026). Proyek ini bagian dari rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera yang dikerjakan BBWS Sumatera II Medan.
Sabo dam dibangun untuk menahan material sedimen, batu, kayu, dan tanah dari hulu agar tidak terbawa ke permukiman saat hujan deras. “Kita tahan dulu di atas supaya tidak turun ke hilir,” ujar Dody.
Pekerjaan dibagi dalam tiga paket: pengendalian banjir Sungai Tukka, sabo dam Sungai Tukka, dan pengendalian sedimen Anak Sungai Tukka. Kontraktor pelaksana PT Wijaya Karya Tbk dengan supervisi PT Teknika Cipta Konsultan KSO PT Gagas Alam Selaras.
Hingga minggu ke-11, progres sabo dam mencapai 7,1% dari rencana 3,8%. Pengendalian sedimen Sungai Sigala-Gala 7,9% dari rencana 4,6%, dan pengendalian banjir Sungai Tukka 7,8% dari target 4,6%. Lingkup pekerjaan mencakup sabo dam, retaining wall, tanggul, jalan inspeksi, dan normalisasi sungai.
Menteri Dody menargetkan seluruh pekerjaan selesai Oktober 2026. Ia mengakui tantangan utama ada pada pembebasan lahan dan cuaca ekstrem, namun optimis manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
Kementerian PU menegaskan komitmen mempercepat penanganan infrastruktur di Sumatera Utara agar akses ekonomi, logistik, dan pariwisata tetap lancar serta masyarakat terlindungi dari banjir dan longsor.
(BBPJN Sumut/Red)

