Medan – Menteri Pekerjaan umum (PU) Ir. Dody Hanggodo, M.PE. Tanggapi Pemberitaan yang viral di media terkait Proyek peninggian tanggul hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) di Jalan Karantina Ikan, Desa Araskabu Kecamatan Beringin Kabupaten Deli Serdang yang dikerjakan terkesan Asal-asalan, Selasa (10/3/26).
Kepada Jelajahperkara menteri Dody Mengatakan Terima kasih atas informasinya Laporan yang masuk akan diteruskan kepada Inspektur Jenderal (Itjen) untuk dilakukan verifikasi dan penanganan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kementerian PU berkomitmen menjaga integritas dan transparansi dalam setiap pelaksanaan pekerjaan. Apabila terdapat dugaan pelanggaran, kami sangat menghargai partisipasi masyarakat untuk melaporkannya secara resmi agar dapat ditindaklanjuti dengan tepat, Ujar menteri Dody.
Sebelumnya Tim media Melakukan Investigasi ke proyek peninggian Tanggul Hulu daerah irigasi Deli Serdang yang diselenggarakan Oleh BBWS Sumatera Utara, Melalui SNVT Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Sumatera II, PPK Irigasi Rawa I, Penyedia jasa PT Lira Permata Cibubur berbiaya 18 Milliar lebih yang diduga dikerjakan Tidak sesuai Spesifikasi teknis yang telah ditentukan.
Berdasarkan Amatan tim media di lapangan menunjukkan kondisi tanggul yang telah mengalami abrasi, sementara beronjong pada bagian bawah sudah rusak dan tergerus aliran sungai.
Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat setempat terkait kualitas pekerjaan proyek yang menelan anggaran negara tersebut.
Menurut warga, seharusnya pihak penyedia jasa memastikan kestabilan dan daya tahan struktur tanggul, mengingat anggaran proyek tersebut sangat besar.
Namun fakta di lapangan justru menunjukkan kondisi tanah timbunan yang tampak tidak padat dan mudah tergerus.
“Sepertinya tanah peninggian tanggul ini hanya seperti menempel saja. Sekarang sudah banyak yang mengalami abrasi atau selasar,” tambahnya.
Selain itu, dugaan kejanggalan juga mengarah pada kemungkinan pengurangan spesifikasi teknis pekerjaan, termasuk mutu pemasangan beronjong. Meskipun secara kasat mata susunan batu terlihat rapi, namun ditemukan banyak celah kosong pada ikatan batu di dalam kawat beronjong.
Warga juga menilai ukuran kawat yang digunakan tidak sesuai standar, sehingga sebagian batu terlihat keluar dari kawat pengikat. Bahkan pada beberapa titik pemasangan beronjong tidak dilengkapi geotextile pada bagian belakang top beronjong, yang seharusnya menjadi bagian penting dalam memperkuat struktur tanggul.
Sementara itu Kasatker Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan air Sumatera II Joni Kairil dan PPK Irigasi Rawa I Sakban Panggabean yang berulang-ulang dikonfirmasi. terkait Proyek yang diduga meninggalkan sejumlah masalah tersebut tidak pernah menanggapi Konfirmasi wartawan.
Desakan Kepada Aparat penegak hukum dan Menteri Pekerjaan Umum untuk melakukan Audit dan Evaluasi kinerja juga di suarakan masyarakat agar Masalah ini benar-benar di proses secara jujur dan berkeadilan.
“Kami minta Kejaksaan, Tipikor dan BPKP RI Periksa oknum pejabat yang diduga terlibat dan penyedia jasa sesuai ketentuan yang berlaku, Pungkasnya.
(Tim)

