PW GPA DKI Menilai Pernyataan Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo Ke Kapolri Jenderal Listyo Sigit Tendensius dan Salah Alamat

Jakarta-Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Al Washliyah DKI Jakarta (PW GPA DKI Jakarta) dengan tegas mengecam pernyataan Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo yang dinilai telah memframing secara keliru, menyesatkan, dan berpotensi memprovokasi publik, khususnya terkait pernyataan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengenai komitmen institusi Polri.

 

Melalui Ketua PW GPA DKI Jakarta Dedi Siregar menilai bahwa apa yang disampaikan Gatot Nurmantyo terkait kalimat “darah penghabisan” yang diucapkan Kapolri merupakan penggiringan opini yang tidak utuh dan tidak bertanggung jawab, karena hanya mengambil sepenggal potongan video tanpa memahami konteks pernyataan Kapolri secara menyeluruh ”

Ketua PW GPA DKI Jakarta itu mengaskan ” Perlu kami tegaskan, pernyataan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tersebut disampaikan dalam konteks penolakan wacana Polri berada di bawah kementerian, sebagai bentuk penegasan komitmen menjaga marwah, profesionalitas, serta independensi institusi Polri sesuai amanat undang-undang. Pernyataan tersebut sama sekali tidak mengandung makna provokatif, apalagi mengarah pada kekerasan, sebagaimana framing yang dibangun oleh Gatot Nurmantyo ”

 

Dedi Siregar yang merupakan aktivis nasional menambahkan ” kami sangat menyayangkan sikap seorang purnawirawan jenderal yang seharusnya mampu bersikap bijak, sejuk, dan memberikan edukasi kepada masyarakat, justru melontarkan pernyataan yang berpotensi memecah belah, menimbulkan kegaduhan, serta merusak kepercayaan publik terhadap institusi negara

 

Kami menilai tudingan dan framing dari Gatot tersebut sangat serat mengarah propoganda benturkan institusi kemanan negara yang sah, kata Dedi Siregar melalui pesan whatshap kepada media online

 

Kami menilai, tindakan memotong pernyataan pejabat negara lalu menyebarkannya tanpa konteks yang utuh adalah bentuk provokasi terselubung yang dapat memperkeruh suasana kebangsaan dan merugikan kepentingan bersama.

PW GPA DKI Jakarta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang dibangun secara sepihak, serta tetap menjaga persatuan, stabilitas nasional, dan menghormati institusi negara yang sah.

 

 

pernyataan Gatot berbanding terbalik dengan penegasan Ketua Komisi III DPR Habiburokhman. Politikus Partai Gerindra tersebut menyatakan bahwa sikap Kapolri yang menolak wacana Polri berkedudukan di bawah kementerian telah sesuai dengan keinginan Presiden Prabowo Subianto.

 

Sebagai organisasi kepemudaan yang berlandaskan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan, PW GPA DKI Jakarta berdiri tegak mendukung upaya Polri dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *