Saat Api Padam, Duka Tersisa… Polisi Datang Membawa Harapan di Bogak Besar

Serdang Bedagai — Tak ada yang lebih menyakitkan selain melihat rumah yang selama ini menjadi tempat berlindung, hangus dalam sekejap. Di Dusun I Desa Bogak Besar, Kecamatan Teluk Mengkudu, sisa-sisa kebakaran masih menyimpan duka yang belum reda.


Namun di tengah puing dan keheningan itu, harapan perlahan hadir.

Senin siang (20/4/2026), jajaran Polsek Teluk Mengkudu Polres Serdang Bedagai bersama unsur Forkopimcam datang bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi membawa empati—menguatkan hati warga yang sedang diuji.

Kapolres Serdang Bedagai AKBP Jhon Sitepu, melalui Kapolsek Teluk Mengkudu IPTU Halomoan Sirait, SH, hadir langsung menyerahkan bantuan kepada korban. Didampingi Wakapolsek A. Situmorang dan Kanit Provost AIPTU Febrianto, mereka menyapa warga dengan ketulusan yang tak dibuat-buat.

Di hadapan mereka, ada Kahiruni (53), seorang ibu rumah tangga yang kini harus menerima kenyataan pahit kehilangan tempat tinggal. Ada pula Pandi Kusuma (32), yang berusaha tegar meski hidupnya berubah dalam semalam.

Bantuan yang diberikan mungkin sederhana—beras dan mie instan. Namun bagi mereka yang baru saja kehilangan segalanya, itu bukan sekadar bahan makanan. Itu adalah tanda bahwa mereka tidak ditinggalkan.

“Bapak Kapolres menitipkan salam, semoga kita semua tetap kuat dan tabah menghadapi cobaan ini,” ucap IPTU Halomoan Sirait dengan nada yang menenangkan.

Kata-kata itu sederhana, tapi mampu menghangatkan hati yang sedang dingin oleh musibah.

Di momen itu, polisi tidak berdiri sebagai penegak hukum semata. Mereka hadir sebagai sesama manusia—yang peduli, yang merasakan, yang ingin memastikan bahwa harapan tetap menyala, meski api telah melalap segalanya.

Kasi Humas Polres Serdang Bedagai, AKP Bringin Jaya, SH, MH, menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat bukan hanya saat penegakan hukum, tetapi juga saat duka melanda.

Bahwa di setiap musibah, selalu ada tangan yang siap menguatkan.

Dan di Bogak Besar hari itu, di antara sisa-sisa abu dan kehilangan, bantuan kecil itu menjelma menjadi sesuatu yang lebih besar—sebuah pesan bahwa mereka tidak sendiri… dan bahwa harapan masih ada.

Indra/humas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *