Medan — Ramadan selalu datang membawa cahaya. Namun di sebagian rumah, cahaya itu kadang redup oleh beban kebutuhan yang kian berat. Harga bahan pokok merangkak naik, sementara dapur harus tetap mengepul dan anak-anak tetap harus makan sahur serta berbuka.
Di tengah kegelisahan itu, Tim Committee CSR PT Agro Raya Mas (ARM) memilih untuk hadir. Bukan sekadar membawa paket sembako, tetapi membawa pesan bahwa mereka tidak sendiri.
Pada Jumat (20/02/2026), ratusan paket berisi Beras Arwana 5 kilogram dan minyak goreng 2 liter disalurkan kepada warga yang membutuhkan di Kelurahan Sei Mati dan sekitarnya, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, Sumatera Utara. Bantuan ini menyasar warga kurang mampu dan para lansia yang kerap memendam kesulitan dalam diam.
Pembagian dilakukan di berbagai titik, mulai dari Masjid Baitul Muhtadi Pajak Rambe dan Gereja Pentakosta di Kelurahan Martubung, Musholla Al-Baroqah serta GPdI Sungai Air Hidup di Lingkungan 17 Sei Mati, hingga Masjid Al-Ikhlas Kampung Tengah dan Masjid Tanbihul Ghafirin di Perumahan TKBM. Di setiap tempat, wajah-wajah penuh harap menyambut dengan senyum dan doa.
Humas PT Agro Raya Mas, Jhon Herdianto Sinaga, mengatakan bahwa Ramadan bukan hanya tentang ibadah pribadi, tetapi juga tentang merawat empati.
“Menjelang Ramadan biasanya harga kebutuhan pokok naik. Kami berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan beban saudara-saudara kita, agar mereka lebih tenang menjalankan ibadah puasa,” ujarnya dengan nada penuh harap.
Baginya, kehadiran perusahaan bukan hanya soal bisnis, tetapi juga tentang tanggung jawab sosial dan kemanusiaan. Tentang bagaimana keberadaan perusahaan harus memberi arti bagi lingkungan sekitar.
Di lorong-lorong kecil dekat masjid, Ibu Marlina dan Ibu Sahak tak mampu menyembunyikan rasa syukur mereka.
“Kami sangat senang dan bersyukur. Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Semoga perusahaan semakin maju dan sukses,” ucap mereka dengan mata yang berbinar.
Ketua BKM masjid di Kelurahan Sei Mati pun mengapresiasi komitmen PT Agro Raya Mas. Ia menilai, program seperti ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wujud nyata kepedulian yang memperkuat hubungan antara perusahaan dan masyarakat.
Ramadan memang bulan penuh berkah. Namun berkah itu terasa lebih hangat ketika ada tangan yang mau berbagi dan hati yang mau peduli.
Di tengah kesederhanaan warga, bantuan itu mungkin terlihat sederhana. Tetapi bagi mereka yang menerimanya, itu adalah ketenangan untuk sahur, kepastian untuk berbuka, dan harapan bahwa masih ada yang peduli.
Karena pada akhirnya, bukan besar kecilnya bantuan yang paling diingat. Melainkan rasa kemanusiaan yang menyertainya.
Editor:indra

