Belawan, Maret 2026 — Di pelabuhan, waktu biasanya tak pernah benar-benar berhenti. Peti kemas datang dan pergi, crane bergerak tanpa lelah, dan roda logistik terus berputar siang dan malam. Namun Maret tahun ini menghadirkan kisah berbeda. PT Belawan New Container Terminal (BNCT) mencatat arus petikemas sebesar 44.112 TEUs—turun tajam dari 55.104 TEUs pada periode yang sama tahun lalu, bahkan berada di bawah target bulanan 47.569 TEUs.
Ini bukan sekadar penurunan angka. Ini adalah momen langka ketika denyut logistik melambat—bukan karena krisis, bukan karena gangguan, tetapi karena sebuah perayaan besar yang menyatukan jutaan hati: Idul Fitri.
Pada pekan terakhir Maret, pelabuhan yang biasanya riuh seakan menarik napas panjang. Aktivitas bongkar muat mereda, distribusi tertahan, dan pergerakan barang melambat. Industri memberi ruang bagi manusia untuk pulang, untuk berkumpul, untuk merayakan kemenangan setelah sebulan penuh pengorbanan. Di titik ini, logistik pun tunduk pada ritme kehidupan.
Namun sebelum jeda itu datang, arus petikemas sempat mengalir deras. Distribusi meningkat, aktivitas perdagangan menguat, dan terminal bekerja dalam tempo tinggi untuk memenuhi kebutuhan menjelang hari raya. Sebuah lonjakan yang kemudian diikuti oleh keheningan sesaat—seperti gelombang yang surut setelah mencapai puncaknya.
Corporate Secretary PT BNCT, Rizki Affandi Nasution, menegaskan bahwa apa yang terjadi di Maret bukanlah kemunduran, melainkan siklus yang telah dipahami.
“Penurunan terutama terjadi pada minggu terakhir akibat libur Idul Fitri. Sebelum periode tersebut, arus petikemas masih bergerak stabil, didorong aktivitas distribusi menjelang Hari Raya,” ujarnya.
Meski suasana melambat, BNCT tidak pernah benar-benar berhenti. Di balik layar, layanan tetap dijaga, fasilitas tetap siaga, dan komoditas prioritas tetap mengalir. Ada komitmen yang tidak ikut libur—komitmen untuk memastikan bahwa kebutuhan tetap terpenuhi, bahwa rantai pasok tidak terputus.
Kini, setelah gema Lebaran perlahan mereda, harapan kembali tumbuh. April diproyeksikan menjadi titik kebangkitan, saat aktivitas industri kembali normal dan arus logistik menemukan ritmenya kembali. BNCT pun menatap ke depan dengan keyakinan—bahwa di balik jeda sesaat, selalu ada lonjakan baru yang menanti.
Karena di pelabuhan ini, setiap penurunan bukanlah akhir. Ia hanyalah jeda dalam perjalanan panjang menuju pertumbuhan yang lebih kuat.
Humas/indra

