DELISERDANG – Pagi itu tak sekadar menjadi awal perjalanan, tetapi juga menjadi saksi haru yang tak terbendung. Di antara deretan bus yang bersiap berangkat, terselip senyum, doa, dan bahkan air mata bahagia dari para pemudik yang akhirnya bisa kembali ke kampung halaman.
PT Kawasan Industri Medan (KIM) melalui program Mudik Gratis Bersama BUMN 2026 bertajuk “Mudik Nyaman Bersama” memberangkatkan masyarakat dari Kota Medan menuju Padang Sidempuan, Selasa (17/3/2026). Program ini menjadi jembatan bagi ribuan rindu yang selama ini tertahan oleh jarak dan keadaan.
Berkolaborasi dengan BP BUMN, Danantara, serta Holding BUMN Danareksa, PT KIM menghadirkan bukan hanya transportasi, tetapi juga harapan. Harapan untuk berkumpul kembali, memeluk orang tua, dan merayakan Idul Fitri dalam kehangatan keluarga.
Seremoni pemberangkatan yang digelar di Kantor PT KIM dan Menara Danareksa berlangsung penuh makna. Di setiap langkah menuju bus, ada cerita—tentang perjuangan, tentang penantian panjang, dan tentang kerinduan yang akhirnya menemukan jalannya pulang.
Tahun ini, sebanyak 1.900 peserta dari 475 kepala keluarga ikut serta dalam program ini, berasal dari berbagai daerah seperti Medan, Semarang, Surabaya, hingga Makassar. Mereka datang dari latar belakang berbeda—pekerja, pedagang, pelajar, hingga ibu rumah tangga—namun memiliki tujuan yang sama: pulang.
Bagi sebagian dari mereka, mudik bukan sekadar tradisi. Ia adalah kesempatan langka. Ada yang menabung berbulan-bulan, ada pula yang sempat mengubur harapan untuk pulang—hingga akhirnya program ini menjadi jawaban.
Direktur Utama PT KIM, Daly Mulyana, pun menyampaikan doa tulusnya bagi para pemudik.
“Semoga perjalanan pulang ini membawa ketenangan, kehangatan, dan kebahagiaan. Semoga setiap langkah menuju kampung halaman menjadi awal dari kebersamaan yang lebih erat dan semangat baru setelah kembali,” ungkapnya.
Di balik deru mesin bus yang mulai bergerak, tersimpan doa-doa yang mengalir lirih. Tangan-tangan melambai, mata berkaca-kaca, dan hati yang penuh harap mengiringi perjalanan ini.
Karena pada akhirnya, mudik bukan hanya tentang perjalanan pulang—tetapi tentang menemukan kembali arti rumah, cinta, dan kebersamaan yang selama ini dirindukan.
Indra

