Dua Nyawa Melayang di Atas Jembatan, Sat Lantas Polres Sergai Tangani Laka Tragis

Serdang Bedagai, 27 Maret 2026 — Pagi yang seharusnya berjalan biasa berubah menjadi duka mendalam di Jalan Kabupaten, tepat di tengah jembatan Lingkungan Juani, Kelurahan Simpang Tiga Pekan, Kecamatan Perbaungan. Kecelakaan lalu lintas tragis merenggut dua nyawa sekaligus di lokasi kejadian.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, melibatkan satu unit sepeda motor Honda Vario BK 5626 MBN dengan sebuah truk tronton box BK 8601 FM. Benturan keras tak terelakkan, meninggalkan luka yang tak hanya terlihat, tetapi juga menyisakan kepedihan mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.

Korban, Nazaruddin (55), seorang buruh harian lepas, bersama rekannya Selwa Kumar (65), meninggal dunia di tempat setelah mengalami luka berat. Keduanya sempat terjatuh ke kolong truk dan terlindas roda belakang, sebuah detik yang mengubah segalanya menjadi kehilangan yang tak tergantikan.

Dari keterangan yang dihimpun, kecelakaan diduga bermula saat sepeda motor yang mereka kendarai mencoba mendahului truk di jalur yang sama. Namun, diduga kurangnya kehati-hatian membuat kendaraan kehilangan kendali hingga terjatuh ke badan jalan, tepat di sisi kendaraan besar yang tak sempat menghindar.

Pengemudi truk, Andi Wiranata (34), dilaporkan dalam kondisi selamat dan memiliki kelengkapan surat berkendara yang sah.

Petugas dari Sat Lantas Polres Serdang Bedagai bergerak cepat ke lokasi. Proses olah TKP, pengumpulan keterangan saksi, hingga evakuasi korban ke RSU Melati Perbaungan dilakukan sebagai bagian dari penanganan awal. Barang bukti telah diamankan di Unit Gakkum Pos Lantas Sei Sijenggi, sementara penyelidikan lebih lanjut masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.

Di balik angka kerugian materi yang terbilang kecil, tragedi ini menyisakan luka besar—pengingat pahit bahwa satu kelalaian di jalan raya dapat berujung pada kehilangan nyawa.

Peristiwa ini kembali menjadi seruan sunyi bagi para pengguna jalan: kehati-hatian bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan. Di atas aspal, setiap detik adalah penentu antara pulang dengan selamat atau tak kembali sama sekali.

Indra/humas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *