Medan – Di tengah derasnya tantangan lingkungan dan ancaman banjir yang terus menghantui kawasan pemukiman, sebuah pemandangan penuh makna tersaji di aliran sungai Jalan Bhayangkara, Kelurahan Indra Kasih, Kecamatan Medan Tembung, Sabtu (13/06/2026). Ratusan personel Satuan Brimob Polda Sumatera Utara bersama masyarakat turun langsung ke sungai, mengubah tumpukan sampah dan endapan kotoran menjadi simbol perjuangan bersama demi menjaga kehidupan.
Menyambut Hari Bhayangkara ke-80 dengan semangat “Polri Untuk Masyarakat”, Satuan Brimob Polda Sumut membuktikan bahwa pengabdian kepada bangsa tidak hanya dilakukan melalui pengamanan dan penegakan hukum, tetapi juga melalui aksi nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat paling mendasar: menjaga lingkungan dan melindungi sumber kehidupan.
Dipimpin langsung oleh Kasubbagrenmin Satuan Brimob Polda Sumut, KOMPOL I Wayan Danu Wijaya, S.H., M.H., sebanyak 139 personel Brimob, jajaran Satker Polda Sumut, petugas kebersihan kecamatan, dan masyarakat sekitar melebur menjadi satu kekuatan besar dalam kegiatan Gerakan Indonesia Asri.
Dengan sepatu yang terendam lumpur, tangan yang dipenuhi kotoran, dan keringat yang terus mengalir, para personel tanpa ragu menyusuri aliran sungai, mengangkat tumpukan sampah yang menyumbat arus air. Tidak ada rasa jijik, tidak ada keluhan. Yang ada hanyalah tekad untuk memastikan sungai kembali bernapas dan lingkungan kembali terjaga.
Suasana yang tercipta bukan sekadar kegiatan kerja bakti biasa. Ini adalah gambaran nyata tentang semangat gotong royong yang menjadi jati diri bangsa Indonesia. Aparat, petugas kebersihan, dan masyarakat berdiri sejajar, bekerja bersama tanpa memandang status maupun jabatan. Mereka dipersatukan oleh satu tujuan mulia: menyelamatkan lingkungan dari ancaman kerusakan dan banjir.
Di balik setiap sampah yang diangkat, tersimpan harapan warga agar rumah mereka terhindar dari genangan air saat hujan deras datang. Di balik setiap ayunan sekop dan cangkul, ada doa agar anak-anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang bersih, sehat, dan layak dihuni.
Kehadiran Brimob Sumut dalam kegiatan ini menjadi bukti bahwa Polri tidak hanya hadir saat masyarakat membutuhkan rasa aman, tetapi juga hadir ketika lingkungan membutuhkan kepedulian. Mereka datang bukan sebagai penonton, melainkan sebagai bagian dari solusi.
Momentum Hari Bhayangkara ke-80 pun terasa semakin bermakna. Pengabdian tidak lagi hanya diukur dari keberhasilan menjaga keamanan, tetapi juga dari kesediaan untuk turun langsung membantu masyarakat menghadapi persoalan kehidupan sehari-hari.
Sejumlah warga yang turut serta mengaku terharu melihat personel Brimob rela berkubang lumpur dan bekerja tanpa mengenal lelah demi membersihkan sungai. Pemandangan tersebut menjadi bukti bahwa kedekatan Polri dengan masyarakat bukan sekadar slogan, melainkan kenyataan yang dapat dirasakan secara langsung.
Ketika matahari mulai meninggi dan tumpukan sampah berhasil disingkirkan, sungai yang semula dipenuhi kotoran perlahan kembali mengalir dengan lancar. Namun lebih dari itu, yang mengalir pada hari itu adalah semangat kebersamaan, kepedulian, dan cinta kepada negeri.
Di usia ke-80 Bhayangkara, Brimob Polda Sumut mengirimkan pesan kuat kepada masyarakat: menjaga Indonesia tidak selalu dilakukan dengan senjata dan seragam tempur. Kadang, pengabdian terbesar justru lahir dari tangan-tangan yang rela kotor demi membersihkan sungai, menyelamatkan lingkungan, dan menjaga harapan generasi masa depan.
Karena bagi Brimob, pengabdian sejati bukan hanya tentang menjaga keamanan negara, tetapi juga menjaga setiap jengkal kehidupan yang ada di dalamnya. 🇮🇩🚔🌿
Indra/humas

