Sumatera Utara — Di tengah dinamika kehidupan yang terus bergerak dan keberagaman yang menjadi warna indah Indonesia, hadir sebuah pemandangan yang menyentuh hati. Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, personel Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Sumatera Utara memilih merayakannya bukan dengan kemeriahan semata, melainkan dengan menebar kepedulian dan mengukir jejak pengabdian di rumah-rumah ibadah lintas agama.
Kamis (11/6/2026), langkah-langkah penuh ketulusan itu menyebar dari Kota Tebing Tinggi, Pematangsiantar hingga Tanjung Balai. Berseragam lengkap, para personel Brimob datang bukan membawa senjata, melainkan sapu, cangkul, mesin pemotong rumput, dan semangat gotong royong yang menghangatkan hati masyarakat.
Di Masjid Amaliyah Kota Tebing Tinggi, Gereja Pentakosta di Indonesia (GPDI) Kota Pematangsiantar, dan Vihara Tri Ratna Kota Tanjung Balai, para personel Brimob tampak bekerja tanpa mengenal lelah. Rumput liar yang menutupi halaman dibersihkan, sampah-sampah diangkut, sudut-sudut rumah ibadah ditata kembali agar menjadi tempat yang lebih nyaman dan layak bagi umat yang datang mencari ketenangan dan kedamaian.
Pemandangan tersebut bukan sekadar kegiatan bersih-bersih biasa. Di balik keringat yang menetes dan tangan yang bekerja tanpa henti, tersimpan pesan kemanusiaan yang begitu mendalam: bahwa keberagaman bukan alasan untuk berjarak, melainkan kekuatan untuk saling menjaga.
Tak sedikit masyarakat yang menyaksikan kegiatan itu mengaku terharu. Sebab di tengah berbagai perbedaan keyakinan yang ada, para personel Brimob menunjukkan bahwa kepedulian tidak mengenal sekat agama, suku maupun golongan. Mereka hadir sebagai pelayan masyarakat yang mengabdikan diri demi terciptanya kebersamaan dan persatuan.
Suasana semakin mengharukan ketika personel Brimob menyerahkan bantuan berupa peralatan kebersihan kepada pengurus rumah ibadah. Bantuan sederhana tersebut menjadi simbol bahwa pengabdian tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi merupakan komitmen yang terus hidup untuk membantu masyarakat menjaga lingkungan ibadah yang bersih, sehat, dan nyaman.
Bakti Religi yang digelar serentak ini menjadi gambaran nyata wajah humanis Polri. Bahwa di balik ketegasan dalam menjalankan tugas menjaga keamanan negara, terdapat hati yang tulus untuk melayani, merangkul, dan menguatkan masyarakat dalam bingkai persaudaraan.
Momentum HUT Bhayangkara ke-80 pun terasa semakin bermakna. Sebab peringatan ini tidak hanya menjadi refleksi perjalanan panjang Polri dalam menjaga keamanan bangsa, tetapi juga menjadi momentum mempertegas nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi ruh pengabdian seorang Bhayangkara.
Dari lantunan doa di masjid, kidung pujian di gereja, hingga heningnya doa di vihara, satu pesan yang sama menggema: Indonesia akan tetap kuat selama persaudaraan terus dirawat dan keberagaman terus dijaga bersama.
“Kami ingin kehadiran Brimob tidak hanya dirasakan saat masyarakat membutuhkan perlindungan, tetapi juga saat masyarakat membutuhkan kepedulian. Membersihkan rumah ibadah bukan sekadar membersihkan lingkungan, tetapi membersihkan sekat-sekat perbedaan dengan semangat persaudaraan. Karena bagi kami, pengabdian terbaik adalah ketika keberadaan Polri mampu membawa manfaat, menghadirkan harapan, dan menguatkan persatuan bangsa,” ujar perwakilan Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Sumut.
Di usia ke-80 Bhayangkara, Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Sumut kembali membuktikan bahwa pengabdian sejati tidak selalu ditunjukkan melalui operasi besar atau tindakan heroik di medan tugas. Terkadang, pengabdian paling bermakna lahir dari sapu yang membersihkan halaman rumah ibadah, dari tangan-tangan yang bergotong royong, dan dari ketulusan hati yang merangkul seluruh anak bangsa tanpa membedakan keyakinan.
Karena pada akhirnya, Bhayangkara bukan hanya tentang menjaga keamanan negeri, tetapi juga tentang merawat kemanusiaan, menjaga persaudaraan, dan menyalakan harapan di setiap sudut Indonesia.
Indra/humas

