Arus Peti Kemas Menggeliat, Harapan Ekonomi Sumut Perlahan Bangkit

Belawan – Di tengah dinamika ekonomi yang sempat tertatih, secercah harapan mulai tampak dari denyut aktivitas logistik di Sumatera Utara. Pelabuhan kembali hidup, pergerakan barang perlahan meningkat, membawa optimisme bagi dunia usaha dan masyarakat.

PT Prima Multi Terminal (PMT) mencatat arus peti kemas di Belawan dan Pelabuhan Kuala Tanjung mencapai 116.926 TEUs hingga Februari 2026, tumbuh 9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Angka ini bukan sekadar statistik—ia menjadi tanda bahwa roda ekonomi mulai berputar kembali.

Di Terminal 1 Belawan, arus domestik mendominasi dengan capaian 105.911 TEUs atau naik 10 persen. Di balik angka itu, ada geliat distribusi kebutuhan pokok, bahan baku industri, hingga denyut perdagangan antarpulau yang kembali menguat. Kapal-kapal yang datang dan pergi membawa lebih dari sekadar muatan—mereka membawa harapan.

Sementara itu, di Kuala Tanjung, lonjakan arus internasional mencapai 52 persen dengan total 3.299 TEUs. Peningkatan ini menjadi sinyal kuat bahwa produk-produk dari Sumatera kembali menemukan jalannya ke pasar global, menghidupkan kembali semangat ekspor yang sempat melemah.

Direktur Utama PMT, Rudi Susanto, melihat pertumbuhan ini sebagai pertanda bangkitnya aktivitas ekonomi daerah.

“Pergerakan barang menunjukkan tren positif. Ini bukan hanya soal logistik, tapi tentang bagaimana industri dan perdagangan kembali menemukan ritmenya,” ujarnya.

Di balik peningkatan tersebut, ada kerja keras yang tak terlihat. Penataan area penumpukan, optimalisasi alat bongkar muat, hingga koordinasi operasional terus diperbaiki. Hasilnya, kinerja layanan pun meningkat—rasio ET/BT di Belawan mencapai 86,54 persen, sementara di Kuala Tanjung juga menunjukkan perbaikan signifikan.

Namun, lebih dari sekadar angka dan efisiensi, ada komitmen menjaga keselamatan. Melalui program K3, perusahaan memastikan setiap pekerja pulang dengan selamat—sebuah hal yang kerap luput dari sorotan, namun sangat berarti.

Di tengah tantangan global yang belum sepenuhnya reda, geliat pelabuhan ini menjadi simbol ketahanan. Dari dermaga-dermaga itu, harapan dipertukarkan, peluang dibuka, dan masa depan perlahan dibangun kembali.

Dengan posisi strategis di jalur perdagangan internasional, Belawan dan Kuala Tanjung kini bukan hanya gerbang logistik—melainkan juga saksi bangkitnya kembali denyut ekonomi Sumatera Utara.

Indra/humas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *