Dairi, Sumut – Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Utara terus menggenjot pemeliharaan jalan nasional. Saat ini rehabilitasi minor sedang berlangsung di empat ruas strategis di wilayah Karo dan Dairi dengan total panjang 6,47 kilometer.
Pekerjaan yang dimulai April 2026 ini ditargetkan selesai Desember 2026. Kegiatan dilaksanakan Satker PJN Wilayah IV, PPK 4.3 Provinsi Sumatera Utara bersama penyedia jasa sebagai bagian menjaga standar pelayanan minimal jalan nasional.
PPK 4.3 Provinsi Sumatera Utara Sarah Maghfirah, ST menjelaskan, ada empat ruas yang menjadi lokasi pekerjaan. Keempatnya merupakan jalur penghubung penting antar wilayah.
“Pertama ruas Merek – Batas Kabupaten Dairi sepanjang 1,67 Km. Ini akses penghubung Dairi dengan Tanah Karo. Kedua ruas Batas Kabupaten Karo – Panji sepanjang 3,90 Km. Ini jalur utama menuju destinasi wisata Berastagi. Ketiga ruas Seribu Dolok – Tiga Runggu sepanjang 0,60 Km. Keempat ruas Tiga Runggu – Tanjung Dolok sepanjang 0,30 Km,” ujar Sarah kepada wartawan, Selasa 28 Juli 2026.
Lebih lanjut kata Sarah, ruas Merek – Batas Dairi dan Batas Karo – Panji menjadi prioritas karena memiliki volume lalu lintas tinggi. Dua ruas ini menopang mobilitas warga, distribusi logistik, serta menjadi akses utama wisatawan menuju Berastagi dan Dairi.
“Rehabilitasi ini untuk meningkatkan kualitas permukaan jalan, menjaga kemantapan jalan nasional, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan, “Dengan perbaikan ini kami harap mobilitas masyarakat, distribusi logistik, dan akses ke kawasan wisata di Sumut bisa lebih lancar,” tambah Sarah.
Kegiatan ini disambut baik oleh warga dan pengguna jalan. Sejumlah sopir angkutan mengaku senang dengan adanya perbaikan karena kondisi jalan sebelumnya banyak yang berlubang dan bergelombang.
“Kami sangat mendukung. Jalan ini kan jalur utama kami cari nafkah. Kalau sudah mulus, perjalanan jadi lebih cepat dan kendaraan juga awet,” kata Budi, salah seorang sopir angkutan di Berastagi.
Warga Desa Merek, Rina juga berharap pekerjaan dapat selesai tepat waktu dan tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.
“Semoga cepat selesai. Kami minta petugas juga bantu atur lalu lintas biar tidak macet saat jam warga beraktifitas,” ujarnya.
Pantauan di lapangan, proses pengaspalan dan pemadatan dilakukan menggunakan asphalt finisher dan tandem roller.
Selama pekerjaan berlangsung, BBPJN Sumut mengimbau pengendara untuk berhati-hati.
“Kami minta masyarakat mematuhi rambu, mengurangi kecepatan, dan mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama,” tutup Sarah.
(BBPJN Sumut/Red)

