Berpacu dengan Waktu, Brimob Sumut Menggali Harapan di Tengah Luka Longsor Sembahe

Sibolangit, Deli Serdang — Di antara tanah yang runtuh dan sunyi yang menyelimuti kawasan Pemandian Sembahe, Serumpun Bambu, ada langkah-langkah yang tak pernah ragu. Langkah para personel Brimob Sumatera Utara, yang hadir membawa lebih dari sekadar tugas—mereka membawa harapan bagi warga yang kehilangan.

Kamis (9 April 2026), sejak pagi yang masih diselimuti kecemasan, personel Batalyon A Pelopor turun langsung ke lokasi. Dipimpin oleh Danton III Kompi 4, IPDA Ricky Sihotang, mereka menyusuri setiap jengkal tanah yang berubah menjadi duka. Lumpur yang dingin, puing yang berserakan, dan ancaman longsor susulan menjadi saksi bisu perjuangan mereka.

Tak ada kata lelah. Dengan tangan yang kotor oleh tanah dan peluh yang tak sempat diseka, mereka menggali—bukan hanya mencari barang, tetapi mengangkat kembali kenangan yang nyaris hilang. Setiap benda yang ditemukan bukan sekadar harta, melainkan bagian dari hidup yang pernah utuh.

Dari balik timbunan, dua unit sepeda motor dan sejumlah peralatan rumah tangga berhasil diselamatkan. Mungkin terlihat sederhana, namun bagi pemiliknya, itu adalah sisa kehidupan yang masih bisa dirangkul kembali. Di momen itu, air mata dan harapan bertemu dalam diam.

Di tengah bahaya yang mengintai, para personel tetap berdiri teguh. Mereka bekerja dengan hati, dengan kepedulian yang tak bisa diukur oleh kata-kata. Kebersamaan, keberanian, dan keikhlasan menyatu dalam setiap gerakan mereka.

Hari itu, Sembahe tak hanya menjadi saksi bencana, tetapi juga saksi kemanusiaan. Bahwa di saat segalanya terasa runtuh, masih ada tangan-tangan yang setia membantu, masih ada hati yang memilih untuk peduli.

Dan selama masih ada mereka yang rela turun ke lumpur demi orang lain, harapan akan selalu menemukan jalannya untuk kembali hidup.

Indra/humas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *