Bukan Sekadar Gathering, Imigrasi Belawan dan PWI Sumut Satukan Hati dalam Semangat Pengabdian untuk Rakyat

LANGKAT — Di antara riuh tawa keluarga, hangatnya sapaan, dan doa-doa yang dipanjatkan bersama, sebuah pesan kuat mengalun dari kawasan wisata Jona Garden, Kabupaten Langkat, Sabtu (4/7/2026). Bahwa di balik tugas besar pemerintah dan insan pers, ada ikatan kemanusiaan, kebersamaan, serta tekad untuk terus mengabdi kepada masyarakat.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan, Eko Yudis Parlin Rajagukguk, hadir dalam kegiatan Family Gathering Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara. Kehadirannya menjadi lebih dari sekadar bentuk penghormatan kepada organisasi pers. Ia menjadi tanda bahwa kemitraan antara Imigrasi Belawan dan insan media telah tumbuh dalam semangat saling menghargai, saling menguatkan, dan berjalan bersama demi kepentingan rakyat.

Di tempat itu, jabatan seakan bukan lagi pembatas. Para peserta berkumpul dalam satu suasana kekeluargaan. Wartawan, keluarga, panitia, hingga para tamu undangan larut dalam kebersamaan yang sederhana, namun meninggalkan kesan mendalam.

Acara dibuka dengan doa bersama. Dalam hening yang khidmat, seluruh peserta menundukkan kepala, memohon agar setiap tugas yang dijalankan—baik oleh pemerintah maupun insan pers—senantiasa diberi kelancaran, kekuatan, serta keberkahan untuk membawa manfaat bagi masyarakat luas.

Ketua PWI Sumatera Utara, Farianda Putra Sinik, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan. Baginya, dukungan yang selama ini diberikan bukan hanya bentuk hubungan kelembagaan, melainkan kepedulian yang nyata terhadap perjalanan organisasi pers di Sumatera Utara.

“Dukungan yang diberikan menjadi wujud nyata kemitraan yang harmonis antara lembaga pemerintah dan organisasi pers,” ujar Farianda.

Kalimat itu menggambarkan perjalanan kemitraan yang tidak dibangun dalam sehari. Ia lahir dari komunikasi, rasa saling percaya, serta kesadaran bahwa pemerintah dan pers memiliki tanggung jawab yang sama: menghadirkan informasi yang benar, membangun pemahaman publik, dan menjaga harapan masyarakat.

Kegiatan tersebut juga diisi dengan penguatan dari Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir. Di hadapan para peserta, ia mengingatkan pentingnya menjaga profesionalisme, integritas, dan kekompakan di tengah derasnya arus informasi yang terus berubah.

Pesan itu seolah menjadi pengingat bagi setiap insan pers bahwa tugas jurnalistik bukan hanya tentang menulis berita. Lebih dari itu, jurnalistik adalah amanah untuk menyuarakan kebenaran, menjaga kepercayaan publik, dan menjadi mata serta telinga masyarakat.

Suasana semakin hidup saat ramah tamah dan pembagian doorprize digelar. Tawa pecah di berbagai sudut lokasi. Anak-anak berlarian dengan wajah ceria, keluarga saling berbagi cerita, sementara para peserta menikmati kebersamaan yang mungkin jarang tercipta di tengah padatnya rutinitas dan tuntutan pekerjaan.

Namun di balik kemeriahan itu, ada nilai yang jauh lebih besar. Ada ruang untuk mempererat hati. Ada kesempatan untuk kembali mengingat bahwa setiap tugas berat akan terasa lebih ringan ketika dijalankan dalam semangat persaudaraan.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan, Eko Yudis Parlin Rajagukguk, menegaskan bahwa Family Gathering PWI Sumut merupakan momentum penting untuk memperkuat silaturahmi dan kolaborasi antara Imigrasi Belawan dengan insan pers.

Menurutnya, media memiliki peran yang sangat strategis dalam menyampaikan informasi keimigrasian kepada masyarakat. Informasi yang akurat, edukatif, dan mudah dipahami menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap pelayanan negara.

“Kemitraan yang baik dengan media memiliki peran penting dalam mendukung penyebaran informasi keimigrasian yang akurat, edukatif, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Eko Yudis.

Ia menambahkan, semangat tersebut sejalan dengan arahan Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, dalam mewujudkan semangat “Imigrasi untuk Rakyat.”

Dari Jona Garden, sebuah pesan kebersamaan kembali ditegaskan: pemerintah tidak dapat berjalan sendiri, pers pun tidak dapat bekerja tanpa dukungan dan kepercayaan. Ketika keduanya menyatukan langkah, menjaga komunikasi, dan menempatkan kepentingan masyarakat sebagai tujuan utama, maka pelayanan dan informasi akan hadir dengan lebih manusiawi.

Family Gathering PWI Sumut pun menjadi saksi bahwa di tengah kesibukan menjalankan tugas dan tanggung jawab, masih ada ruang untuk saling menyapa, saling menguatkan, dan merawat persaudaraan.

Sebab pada akhirnya, pengabdian bukan hanya tentang jabatan, tugas, atau profesi. Pengabdian adalah tentang hati yang tetap memilih hadir, bekerja, dan memberi yang terbaik untuk rakyat.

Indra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *