Serdang Bedagai – Dalam rangka memperkuat profesionalisme dan efektivitas tugas Kepolisian Negara Republik Indonesia, Pusat Penelitian dan Pengembangan Polri (Puslitbang Polri) melaksanakan penelitian strategis di Polres Serdang Bedagai. Penelitian ini menitikberatkan pada dua isu krusial: optimalisasi Almatsus Dalmas dalam penanganan unjuk rasa berpotensi konflik, serta peran Polri dalam mendukung ketahanan dan swasembada pangan nasional.
1️⃣ Optimalisasi Almatsus Dalmas: Profesional, Proporsional, Humanis
Alat Material Khusus (Almatsus) Dalmas merupakan instrumen utama Polri dalam pengendalian massa secara bertahap melalui pendekatan preemptif, preventif, persuasif, dan humanis. Peralatan ini meliputi helm, tameng, tongkat, body protector, kendaraan taktis (AWC, APC, dan security barrier), senjata non-mematikan seperti gas air mata dan megaphone, hingga perangkat pendukung seperti kamera perekam dan APAR portable.
Keberadaan Almatsus bukan sekadar perlengkapan teknis, melainkan simbol profesionalisme Polri dalam menjaga keseimbangan antara ketertiban umum dan perlindungan hak asasi manusia.
Namun demikian, evaluasi lapangan menunjukkan sejumlah tantangan serius, antara lain:
Keterbatasan kuantitas Almatsus di tingkat kewilayahan.
Kondisi peralatan yang tidak optimal akibat usia pakai dan minimnya perawatan rutin.
Spesifikasi yang belum sepenuhnya adaptif terhadap dinamika dan eskalasi unjuk rasa modern.
Kesenjangan kompetensi personel dalam penggunaan Almatsus secara taktis dan sesuai SOP.
Potensi pelanggaran HAM apabila penggunaan tidak terkendali dan tidak berbasis standar operasional.
Menjawab tantangan tersebut, Puslitbang Polri melaksanakan penelitian berjudul:
“Optimalisasi Almatsus Dalmas Guna Penanganan Unjuk Rasa Berpotensi Konflik Dalam Rangka Mewujudkan Harkamtibmas.”
Penelitian ini bertujuan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang konkret, aplikatif, dan berbasis data guna memastikan setiap tindakan pengendalian massa dilakukan secara terukur, proporsional, dan akuntabel.
2️⃣ Peran Polri dalam Ketahanan Pangan Nasional
Selain isu pengendalian massa, Puslitbang Polri juga melaksanakan penelitian atas penugasan Wakapolri dengan tema:
“Peran Polri Dalam Mendukung Program Ketahanan Pangan Guna Mewujudkan Swasembada Pangan.”
Program ini merupakan langkah strategis Polri dalam mendukung RPJMN 2025–2029, khususnya pada sektor produksi dan distribusi jagung sebagai komoditas pangan prioritas.
Polri menjalankan peran tersebut melalui empat langkah konkret:
Pemanfaatan pekarangan bergizi (budidaya ikan dan peternakan ayam).
Optimalisasi lahan produktif untuk tanaman jagung.
Pengawasan distribusi pangan guna mencegah penimbunan dan gangguan distribusi.
Rekrutmen serta penempatan Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus) Pertanian.
Transformasi peran ini menegaskan bahwa Polri tidak hanya berfungsi sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai fasilitator pembangunan, koordinator lintas sektor, serta pengawal stabilitas wilayah produksi dan distribusi pangan.
Metodologi Penelitian
Penelitian dilakukan melalui pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Tim dipimpin oleh KBP Adi Savart Panataran Simanjuntak, S.H., S.I.K., bersama tim Puslitbang Polri dan didampingi narasumber dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Pengumpulan data dilakukan melalui:
Kuesioner daring kepada personel pengguna Almatsus Dalmas.
Wawancara mendalam (indepth interview) terhadap informan berpengalaman di lapangan.
Melalui penelitian ini, diharapkan lahir kebijakan berbasis riset yang mampu memperkuat kesiapan operasional Polri, meningkatkan akuntabilitas penggunaan Almatsus, serta memastikan kontribusi nyata Polri dalam menjaga stabilitas keamanan dan mendukung swasembada pangan nasional.
(Humas/indra)

