DATUK MARWAN HAKIM TERANCAM PENJARA AKIBAT KASUS PENGANIAYAAN DAN PERCOBAAN PEMBUNUHAN

PASAMAN BARAT || Rangkaian peristiwa yang dialami penyuluh agama Ahmad Osen di Pasaman Barat memunculkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat. Kasus ini tak lagi dipandang sebagai kecelakaan lalu lintas biasa, melainkan mengarah pada percobaan pembunuhan yang berkaitan erat dengan konflik yang Ahmad Osen alami dimana sebelumnya telah lebih dulu masuk ranah hukum di Polres Pasaman Barat.

Ahmad Osen menjelaskan kepada media bahwa ” 2 hari sebelum insiden tabrakan di Batang Umpai, Nagari Aia Gadang, Kecamatan Pasaman, saya telah melaporkan seorang oknum niniak mamak Kampung Bukik Marwan Hakim Datuak Magek Putiah alias Datuak Wan ke Polres Pasaman Barat atas kasus penganiayaan.”

Dalam laporan tertanggal 8 Maret 2026 itu, Ahmad Osen mengaku dipukul satu kali hingga mengalami lebam biru dibagian pipi dan telinga kiri.

Selang dua hari, tepatnya Selasa 10 Maret 2026 sekitar pukul 08.00 WIB, mobil Toyota Avanza putih yang dikendarainya terlibat kecelakaan dengan Mitsubishi Pajero hitam yang positif milik Marwan Hakim di jalur Aia Gadang–Simpang Empat.

Dalam rekaman video sebagai alat bukti aoutentik dimana terlihat mobil Pajero milik Marwan Hakim yang melaju pasti dibelakang Mobil Avanza putih milik Ahmad Osen. Terlihat sudah menjadi target dan dalam posisi terjepit akhirnya Mobil Marwan Hakim menghantamkan mobilnya kearah mobil Ahmad Osen maka terjadilah benturan keras yang membuat Avanza Ahmad Osen oleng dan menghantam pembatas jalan.

“Oto ambo dilantak dek datuak Wan niniak mamak (mobil saya ditabrak oleh Ninik mamak Datuak Wan) Pak,” ujar Ahmad Osen seperti dalam video dengan situasi phisikologis yang baru lolos dari maut.

Akibat kejadian tersebut, mobil Ahmad Osen mengalami kerusakan pada bagian depan akibat pembatas jalan dan belakang akibat sorongan dari mobil milik Marwan Hakim.

Saat kejadian perkara terlihat dalam video mobil milik Marwan Hakim melarikan diri meninggalkan mobil Ahmad Osen yang gagal jatuh kearah jurang.

Seorang saksi mata menyebut benturan itu menyebabkan kendaraan korban kehilangan kendali.

“Langsung oleng dan menyeruduk pembatas jalan di sebelah kiri. Untung ada pembatas, kalau tidak bisa jatuh ke jurang,” ujar saksi mata dilokasi.

Ia juga menilai situasi saat itu sangat berbahaya. Jika kendaraan oleng ke arah berlawanan, potensi kecelakaan fatal dengan kendaraan lain sangat besar.

Fakta bahwa insiden ini terjadi hanya dua hari setelah laporan penganiayaan memunculkan spekulasi di tengah masyarakat. Apakah ini murni kecelakaan atau ada unsur kesengajaan percobaan pembunuhan terhadap Ahmad Osen.

Ahmad Osen menegaskan pihaknya telah membuat 2 laporan polisi terkait peristiwa tersebut.

“Laporan kami ada dua. Pertama terkait penganiayaan, kedua terkait penabrakan. Untuk penganiayaan saat ini sudah tahap pemeriksaan saksi. Sedangkan laporan penabrakan, besok saya dan kuasa hukum akan tanyakan langsung ke Kapolres,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu 29 Maret 2026.

Fahmi Hendri (Satgas Fast Respon Indonesia Center)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *