Belawan, 3 Maret 2026 – Awal tahun 2026 menjadi penanda optimisme baru bagi sektor logistik di Sumatera Utara. PT Prima Multi Terminal (PMT) mencatat arus peti kemas di Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung mencapai 62.610 TEUs hingga Januari 2026, tumbuh 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Angka ini bukan sekadar statistik. Di baliknya, ada denyut aktivitas perdagangan, pergerakan hasil industri, serta distribusi kebutuhan masyarakat yang terus mengalir dari dan menuju Sumatera.
Di Terminal 1 Belawan, arus domestik menjadi tulang punggung pertumbuhan. Sepanjang Januari 2026, volume peti kemas domestik tercatat 56.992 TEUs atau naik 12 persen dibandingkan Januari 2025. Peningkatan ini sejalan dengan bertambahnya frekuensi pelayaran antarpulau serta melonjaknya distribusi komoditas konsumsi dan bahan baku industri.
Sementara itu, Terminal 2 Kuala Tanjung menunjukkan geliat yang tak kalah kuat di jalur internasional. Arus peti kemas internasional mencapai 1.515 TEUs, melonjak 49 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hadirnya sejumlah layanan pelayaran baru serta peningkatan kapasitas ekspor-impor menjadi pendorong utama pertumbuhan tersebut.
Direktur Utama PT Prima Multi Terminal, Rudi Susanto, menilai capaian ini mencerminkan pergerakan industri dan perdagangan yang semakin agresif sejak akhir 2025.
“Pertumbuhan ini menunjukkan aktivitas logistik mulai bangkit dengan lebih kuat. Permintaan layanan bongkar muat, terutama untuk komoditas ekspor, terus meningkat,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan volume, perusahaan melakukan berbagai penyesuaian operasional. Mulai dari penataan ulang lapangan penumpukan, perbaikan alur pergerakan alat, hingga optimalisasi jadwal tambat kapal.
Hasilnya terlihat pada membaiknya rasio effective time terhadap berthing time (ET/BT) di Terminal Belawan yang mencapai 86,48 persen hingga Januari 2026, naik sekitar 3 persen dibandingkan periode sebelumnya. Rasio ini mencerminkan efisiensi waktu bongkar muat terhadap total waktu sandar kapal—indikator penting dalam menjaga kepercayaan pelayaran dan pengguna jasa.
“Perbaikan layout dan penguatan koordinasi operasional membantu kami menekan waktu tunggu kapal. Kecepatan dan kepastian layanan adalah kunci menjaga daya saing pelabuhan,” kata Rudi.
Tak hanya fokus pada kinerja, PMT juga memperkuat komitmen terhadap keselamatan kerja. Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terus diperketat dengan target zero accident melalui standardisasi peralatan, inspeksi rutin fasilitas, serta pelatihan berkala bagi para pekerja lapangan.
Bagi perusahaan, kelancaran arus peti kemas bukan hanya soal throughput dan angka pertumbuhan. Lebih dari itu, pelabuhan adalah simpul penting yang menentukan efisiensi biaya distribusi, stabilitas pasokan, dan daya saing industri daerah.
Dengan posisi strategis di jalur perdagangan internasional, Belawan dan Kuala Tanjung diproyeksikan semakin berperan sebagai gerbang logistik wilayah barat Indonesia. Tren positif awal tahun ini pun membuka peluang lebih luas bagi pengembangan kawasan industri dan logistik di sekitarnya—menggerakkan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan menguatkan Sumatera Utara di peta perdagangan nasional maupun global.
Indra/humas

