Kualanamu,Sumut ~ Riuh langkah para pemudik memenuhi Bandara Internasional Kualanamu. Wajah-wajah penuh harap, rindu yang tak lagi terbendung, dan doa-doa yang mengiringi setiap keberangkatan menjadi gambaran hangat di momen Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
Namun di balik itu semua, ada sosok-sosok yang tetap berdiri tegap dalam diam—menjaga, memastikan semuanya tetap aman Minggu (22/03/2026), Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Sumatera Utara hadir tanpa sorotan, namun dengan tanggung jawab besar di pundak mereka.
Dalam balutan tugas Operasi Kepolisian Terpusat Ops Ketupat Toba 2026, sebanyak enam personel pilihan dipimpin oleh AKP David Eka Putra Manihuruk, S.H., diterjunkan untuk mengamankan Bandara Kualanamu, salah satu objek vital nasional.
Langkah mereka dimulai sejak apel pengecekan—sunyi namun penuh makna. Setiap perlengkapan diperiksa, setiap prosedur dipastikan sempurna. Dengan dukungan peralatan penjinakan bahan peledak (Jibom) dan teknologi deteksi modern, mereka bersiap menghadapi kemungkinan terburuk, agar masyarakat tidak pernah merasakannya.
Setibanya di lokasi, apel pagi dipimpin oleh IPDA Evin Capri Agassi Simanjuntak, S.H., menjadi pengingat akan satu hal: kewaspadaan tidak boleh lengah. Di tengah padatnya arus manusia, setiap gerak, setiap barang, setiap sudut menjadi perhatian.
Tanpa banyak kata, mereka menyebar. Mengawasi dengan mata tajam, membaca situasi dengan naluri terlatih. Mereka hadir bukan untuk terlihat, tetapi untuk memastikan tidak ada ancaman yang sempat muncul ke permukaan.
Di saat masyarakat sibuk merayakan kebahagiaan, para personel ini justru memilih tetap siaga. Menunda kebersamaan dengan keluarga, mengorbankan waktu berharga, demi satu tujuan—memberikan rasa aman bagi sesama.
Hingga hari ini, situasi di Bandara Kualanamu tetap aman dan kondusif. Namun ketenangan itu bukanlah kebetulan. Ia adalah hasil dari kewaspadaan, dedikasi, dan pengabdian tanpa henti dari mereka yang berjaga.
Gegana Brimob Sumut kembali membuktikan, bahwa di balik setiap perjalanan yang aman, ada pengorbanan yang tak selalu terlihat. Mereka adalah garda sunyi—yang memastikan Lebaran tetap penuh senyum, tanpa rasa cemas.
Indra / Humas

