Di Balik Senyap Gudang Senpi, Propam Pastikan Tak Ada Celah: Disiplin, Tanggung Jawab, dan Keamanan Jadi Harga Mati

SERGAI — Dalam kesunyian ruang penyimpanan senjata, tersimpan tanggung jawab besar yang tak boleh lengah. Kamis pagi (09/04/2026), Seksi Propam Polres Serdang Bedagai (Sergai) bersama Subdit Provos Bid Propam Polda Sumatera Utara turun langsung melakukan pemeriksaan senjata api (senpi) dinas—sebuah langkah sunyi namun penuh makna demi menjaga kepercayaan publik.

Dipimpin AKP O. Simanjuntak, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan wujud komitmen bahwa setiap pucuk senjata harus berada dalam kendali, tercatat, dan terjaga dengan penuh tanggung jawab. Dari penjagaan Sat Samapta hingga gudang senpi Bag Logistik, setiap sudut diperiksa dengan teliti—tanpa kompromi.

Lebih dari Sekadar Pemeriksaan

Di Sat Samapta, tim menemukan hal sederhana namun krusial: pentingnya pencatatan nomor registrasi senpi dalam buku mutasi. Sebuah langkah kecil, namun menjadi benteng awal agar tidak ada satu pun senjata yang luput dari pengawasan.

Sementara di gudang senpi, realita berbicara lebih dalam. Pintu yang hanya terkunci satu gembok, ruangan tanpa CCTV dan pendingin, pencahayaan yang belum maksimal—semua menjadi pengingat bahwa keamanan bukan sekadar ada, tapi harus diperkuat tanpa celah.

Senpi yang belum tertata sesuai jenis dan merek, serta amunisi yang belum terklasifikasi rapi, menjadi catatan yang harus segera dibenahi. Karena di balik setiap kelalaian kecil, ada potensi risiko besar yang mengintai.

Polsek Jajaran, Tanggung Jawab yang Sama

Arahan tegas juga disampaikan kepada seluruh Polsek jajaran—Firdaus, Teluk Mengkudu, Perbaungan, Tanjung Beringin, Dolok Masihul, Kotarih hingga Pantai Cermin. Satu pesan yang sama digaungkan: setiap senpi adalah amanah, dan setiap amanah harus tercatat, terjaga, serta dapat dipertanggungjawabkan.

Lengkap, Namun Tak Boleh Lengah

Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh senpi di Polres Sergai dalam kondisi lengkap:

Revolver: 235 pucuk (228 baik, 7 rusak ringan)

Pistol kaliber 9 mm: 7 pucuk (seluruhnya baik)

Senpi bahu SS1 V1 dan V2: 50 pucuk (seluruhnya baik)

Namun kelengkapan bukan akhir dari segalanya. Justru di situlah kewaspadaan harus semakin diperketat.

Menjaga Amanah, Menjaga Kepercayaan

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa di balik seragam dan senjata, ada tanggung jawab besar kepada masyarakat. Senpi bukan hanya alat, tetapi amanah negara yang harus dijaga dengan disiplin, ketelitian, dan integritas.

Dalam diamnya pemeriksaan hari itu, tersirat pesan kuat: tidak boleh ada ruang bagi kelalaian. Karena keamanan bukan hanya tugas—melainkan janji yang harus ditepati, setiap saat.

Indra/humas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *