Tapanuli Selatan – Setelah penindakan tambang liar dilakukan, tugas belumlah usai. Di perbatasan Tapanuli Selatan dan Mandailing Natal, personel Satuan Brimob Polda Sumatera Utara tetap berdiri siaga. Bukan hanya menjaga wilayah, tetapi juga menjaga harapan masyarakat agar tanah mereka tak lagi dirusak oleh kepentingan sesaat.
Senin (02/03/2026), di Kecamatan Tanotombangan Angkola, Tim 3 Kompi Penugasan dikerahkan untuk melaksanakan siaga dan penyekatan di sejumlah titik strategis. Langkah ini menjadi bagian penting pasca penindakan, memastikan situasi tetap aman, kondusif, dan mencegah aktivitas tambang ilegal kembali muncul diam-diam.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Danki Penugasan Tim 3, IPTU Binner Sitorus, S.H., bersama para komandan peleton. Dengan pola yang terstruktur dan taktis, personel ditempatkan di titik-titik yang memiliki peran vital dalam jalur mobilisasi maupun akses masyarakat.
Tim 1 yang dipimpin IPDA M. Rajab Harahap, S.H., melaksanakan standby dan penggalangan di Simpang Desa Pana Bari. Tim 2 di bawah komando IPDA Franki Fernando Hutagalung, S.H., M.H., melakukan pengamanan kendaraan jenis trado di kawasan Aek Sijorni—jalur penting aktivitas warga. Sementara Tim 3 yang dipimpin IPDA Supianto, S.H., melaksanakan penyekatan dan penggalangan di Desa Situmba.
Namun yang dijaga bukan sekadar jalan dan kendaraan. Yang dirawat adalah kepercayaan. Pendekatan preventif dan humanis dikedepankan dalam setiap langkah. Personel tak hanya berdiri dengan perlengkapan lengkap, tetapi juga menyapa, berdialog, dan memberi pemahaman hukum kepada masyarakat sekitar.
Dalam arahannya, IPTU Binner Sitorus menekankan agar setiap personel memahami tugas dan fungsi masing-masing, bertindak sesuai prosedur, serta menjaga soliditas. Ketegasan harus berjalan berdampingan dengan kebijaksanaan, agar setiap tindakan dapat dipertanggungjawabkan dan tidak menimbulkan luka baru di tengah masyarakat.
Hasilnya, kesiapsiagaan personel meningkat, penyekatan berjalan sesuai rencana, dan komunikasi dengan warga Tanotombangan Angkola terjalin dengan baik. Di perbatasan yang sebelumnya riuh oleh aktivitas ilegal, kini hadir penjagaan yang tenang namun tegas.
Karena menjaga keamanan bukan hanya soal penindakan, tetapi tentang memastikan bumi tetap lestari dan masyarakat dapat hidup dengan rasa aman di tanahnya sendiri.
Indra/humas

