Serdang Bedagai — Di tengah hiruk-pikuk arus mudik yang tak pernah berhenti, sebuah kisah sederhana namun penuh makna hadir dari Pos Pelayanan Rest Area A Polres Serdang Bedagai, Rabu (25/3/2026) siang.
Sebuah tas hitam milik seorang perempuan muda, Febriyanti Sihotang (27), yang sempat hilang sejak Minggu malam, akhirnya kembali ke pelukannya—utuh, tanpa kurang sedikit pun. Di dalamnya, tersimpan bukan hanya uang tunai Rp301 ribu, tetapi juga identitas diri, kartu ATM, hingga barang-barang kecil yang punya arti besar bagi pemiliknya.
Tas itu tertinggal di sebuah sudut Point Coffee pada Minggu (22/3/2026) malam, mungkin dalam lelahnya perjalanan panjang. Namun takdir mempertemukannya dengan tangan-tangan yang jujur dan penuh tanggung jawab. Petugas Pos Yan yang menerima informasi dari masyarakat langsung mengamankan tas tersebut, menjaganya seolah itu adalah amanah yang harus ditunaikan.
Saat tas itu diserahkan kembali, suasana sederhana di Pos Yan berubah menjadi momen haru. Febriyanti memeriksa isi tasnya satu per satu—semuanya masih lengkap. Tak ada yang hilang, tak ada yang berkurang.
“Terima kasih kepada polisi yang telah mengamankan tas dan isinya,” ucapnya lirih, dengan rasa lega yang tak bisa disembunyikan.
Di balik itu, IPTU A. Situmorang SH selaku Kapos Yan Rest Area A menyampaikan bahwa apa yang dilakukan adalah bagian dari tugas dan panggilan hati.
“Kami hanya menjalankan kewajiban untuk melayani dan menjaga keamanan masyarakat. Semoga ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk tetap waspada,” tuturnya.
Kisah ini mungkin sederhana, namun di tengah derasnya perjalanan dan lelahnya mudik, ia menjadi pengingat bahwa kejujuran dan kepedulian masih hidup—menjaga harapan, dan menghangatkan hati.
Dengan senyum yang kembali merekah, Febriyanti pun melanjutkan perjalanannya menuju Asahan—membawa pulang bukan hanya tasnya, tetapi juga rasa syukur yang mendalam.
Indra/humas

