“Di Tengah Keterbatasan, Brimob Sumut dan Warga Satukan Tenaga Bangun Harapan di Jembatan Gotting”

Tapanuli Utara — Di balik dinginnya udara pegunungan Siborongborong, tersimpan semangat gotong royong yang menghangatkan hati. Jembatan Gotting di Desa Pohan Jae, Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara, yang selama ini menjadi urat nadi aktivitas masyarakat, kini perlahan kembali bangkit berkat kerja keras personel Sat Brimob Polda Sumut bersama warga setempat, Kamis (18/06/2026).

Sejak matahari pagi menyapa perbukitan Tapanuli, personel Brimob dan masyarakat telah berjibaku di lokasi. Dengan tangan yang dipenuhi lumpur dan keringat yang terus mengalir, mereka bahu-membahu mengangkut material, membangun dinding penahan jalan, hingga menimbun badan jalan yang rusak di sisi jembatan. Tidak ada sekat antara aparat dan warga; yang ada hanyalah satu tujuan mulia: mengembalikan akses kehidupan masyarakat.

Jembatan Gotting bukan sekadar konstruksi penghubung dua wilayah. Bagi warga, jembatan itu adalah jalur menuju ladang tempat mereka menggantungkan harapan, jalan anak-anak menuju sekolah, serta akses utama yang menghubungkan kehidupan sosial dan ekonomi antar desa. Ketika akses itu terganggu, denyut kehidupan masyarakat pun ikut terhambat.

Dipimpin Danton II Kompi 1 Batalyon C Pelopor, Ipda Jun Happy Sihombing, personel Brimob tidak hanya fokus melakukan perbaikan fisik. Mereka juga sigap membantu warga yang hendak melintas di tengah proses pengerjaan, memastikan setiap langkah masyarakat tetap aman meski kondisi jembatan belum sepenuhnya pulih.

Di tengah suara alat kerja dan gemuruh material yang dipindahkan, tampak wajah-wajah penuh harapan. Kehadiran Brimob di lokasi menjadi simbol bahwa negara hadir di tengah masyarakat, bukan hanya saat keadaan aman, tetapi juga ketika warga membutuhkan uluran tangan.

“Kami ingin memastikan masyarakat tetap dapat beraktivitas dengan aman meskipun proses perbaikan masih berlangsung. Kehadiran personel di sini adalah bagian dari pelayanan kepada masyarakat,” ujar Ipda Jun Happy Sihombing.

Dengan perlengkapan lapangan seperti tenda, helm SAR, pelampung, sepatu boots, hingga kendaraan operasional, personel Brimob bekerja tanpa mengenal lelah demi mempercepat proses pemulihan akses masyarakat.

Pemandangan di Jembatan Gotting hari itu menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih hidup dan menjadi kekuatan terbesar bangsa. Ketika aparat dan rakyat berdiri di sisi yang sama, tidak ada kerusakan yang terlalu berat untuk diperbaiki, tidak ada hambatan yang terlalu besar untuk dilalui.

Kini, harapan masyarakat Desa Pohan Jae kembali tumbuh. Di atas pondasi yang sedang diperkuat itu, bukan hanya jembatan yang sedang dibangun, tetapi juga kepercayaan, kepedulian, dan masa depan yang lebih baik bagi warga Tapanuli Utara.

Humas/indra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *