Medan Labuhan ~Jeritan minta tolong memecah keheningan malam di Lingkungan 25, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, Selasa (23/6/2026). Dua kakak beradik, Chairul Anuar Hasibuan (22) dan Chairika Hasibuan (20), diduga menjadi korban penganiayaan brutal menggunakan senjata tajam.
Akibat serangan tersebut, kedua korban mengalami luka serius di sejumlah bagian tubuh hingga bersimbah darah. Warga yang melihat kondisi korban langsung bergegas memberikan pertolongan dan melarikannya ke RS Wulan Windi di Jalan Marelan Raya, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan.
Chairul Anuar mengalami luka robek di bagian kepala, wajah, dan pinggang akibat diduga terkena hunusan serta sayatan senjata tajam. Sementara adiknya, Chairika, menderita luka pada pipi kanan dan kiri, telinga, pergelangan tangan, serta sejumlah luka lainnya yang membuat kondisinya memprihatinkan.
Dalam peristiwa tersebut, Rais Azmar dan Suhara diduga sebagai pelaku. Setelah insiden berdarah itu terjadi, keduanya diduga langsung meninggalkan para korban dalam kondisi terluka parah dan melarikan diri. Hingga berita ini diturunkan, keduanya dikabarkan belum berhasil ditangkap aparat kepolisian.
Merasa anak-anaknya menjadi korban tindak kekerasan yang sadis, ayah korban, Chairuddin Hasibuan, pada malam itu juga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Medan Labuhan. Laporan tersebut telah diterima dengan Nomor: LP/B/675/VI/2026/SPKT/Unit Reskrim/Polsek Medan Labuhan/Belawan/Polda Sumut.
Dalam keterangannya kepada wartawan, Chairuddin Hasibuan berharap aparat penegak hukum segera bertindak tegas.
“Saya memohon kepada Kepolisian Republik Indonesia agar segera menangkap para pelaku yang telah membuat anak-anak saya menjadi korban. Kami ingin keadilan ditegakkan dan para pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya penuh harap.
Keluarga korban kini masih menanti langkah cepat aparat kepolisian untuk mengungkap tuntas kasus tersebut dan menangkap para pelaku yang hingga kini masih buron, agar tidak ada lagi korban berikutnya.
Tim

