Medan — Rasa aman warga kembali diuji. Seorang pemuda kedapatan membawa sebilah golok saat berada di dalam ruang mesin ATM di Jalan Gatot Subroto (Gatsu), Medan, pada Kamis (19/2/2026) sekitar pukul 23.30 WIB. Keberadaannya sontak membuat warga yang hendak menarik uang tunai diliputi ketakutan.
Beruntung, laporan masyarakat segera ditindaklanjuti Tim Khusus Jaga, Cegah, dan Sigap (JCS) Polrestabes Medan yang tengah melaksanakan patroli cegah kejahatan jalanan. Tanpa menunggu situasi memburuk, petugas langsung bergerak ke lokasi dan mengamankan pemuda tersebut.
Katim Timsus JCS, Bripka Prasetya Imran Lucky Nasution, menegaskan bahwa membawa senjata tajam di ruang publik, apalagi di fasilitas perbankan, bukan perkara sepele. “Kami menerima laporan dari masyarakat yang merasa resah. Situasi seperti ini berpotensi memicu tindak kriminal dan tidak bisa dibiarkan,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (21/2/2026).
Dari tangan pemuda itu, petugas menyita barang bukti sebilah golok. Setelah diamankan ke mako, yang bersangkutan mengaku menyesal telah membawa senjata tajam tersebut.
Peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa ruang-ruang publik, terutama di jam rawan malam hari, kerap menjadi titik rawan gangguan kamtibmas. Keberadaan Timsus JCS disebut sebagai garda cepat untuk memastikan potensi ancaman tidak berkembang menjadi aksi kriminal yang merugikan warga.
Sementara itu, pejabat Pemko Medan, M. Sofyan, menilai fenomena begal dan kejahatan jalanan masih menjadi momok menakutkan bagi masyarakat, khususnya pengendara sepeda motor. Ia menegaskan dukungan penuh terhadap langkah preventif dan penindakan yang dilakukan aparat.
“Peran Polrestabes Medan sudah tepat dan sangat kita butuhkan. Kalau kata orang Medan, ‘udah cocok kali ini’,” ujarnya.
Pemko Medan pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak ragu melapor apabila melihat potensi gangguan keamanan. Sinergi antara warga dan aparat dinilai menjadi kunci utama menciptakan kota yang aman dan kondusif.
Indra

