Medan — Senja di bulan Ramadhanselalu membawa cerita. Di antara deru kendaraan yang berpacu dengan waktu berbuka, ada wajah-wajah lelah yang masih bertahan di jalan… menahan lapar, menunggu waktu, dan berharap bisa segera sampai ke rumah.
Di momen penuh makna itu, Kamis (19/03/2026), Satuan Brimob Polda Sumatera Utara memilih hadir—bukan sekadar menjaga, tapi juga menghangatkan. Di sekitar Mako K.E. Lumi, sebanyak 250 porsi takjil dibagikan kepada para pengguna jalan yang masih berjuang menjemput waktu berbuka.
Dipimpin langsung oleh Dansat Brimob Polda Sumut, Kombes Pol. Rantau Isnur Eka, S.I.K., M.M., M.H., M.Han., para personel turun ke jalan dengan satu tujuan sederhana: memastikan tak ada yang merasa sendiri di saat berbuka hampir tiba.
Satu per satu takjil berpindah tangan—dari seragam cokelat yang gagah, kepada pengendara yang mungkin bahkan belum sempat berhenti sejenak. Jus, bubur, dan mie hangat bukan sekadar hidangan… tapi menjadi penawar lelah, menjadi pengingat bahwa di tengah hiruk pikuk kota, masih ada kepedulian yang tulus hadir tanpa diminta.
Senyum pun merekah. Ucapan terima kasih mengalir lirih. Dari pengemudi ojek online, hingga masyarakat yang melintas—semuanya merasakan kehangatan yang tak bisa diukur dengan angka.
“Ramadhan adalah waktu terbaik untuk berbagi,” ungkap Kombes Pol. Rantau Isnur Eka. “Kami ingin hadir, tidak hanya sebagai pelindung, tapi juga sebagai saudara yang peduli.”
Dan sore itu, Brimob membuktikannya.
Bukan dengan tindakan besar yang gemuruh, tetapi melalui langkah-langkah kecil yang penuh makna—menyapa, memberi, dan menguatkan.
Di tengah perjalanan yang belum usai, di antara waktu berbuka yang semakin dekat, kehadiran mereka menjadi jembatan rasa… bahwa kebersamaan masih ada, bahwa kepedulian masih hidup.
Karena sejatinya, Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga—
tetapi tentang bagaimana kita saling menjaga, saling menguatkan, dan memastikan…
tak ada yang merasa sendiri.
Indra/humas

