Jakarta – Di tengah upaya panjang masyarakat Sumatera bangkit dari puing-puing bencana yang masih meninggalkan duka, pemerintah akhirnya menghadirkan harapan baru. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, meminta pemerintah daerah segera mempercepat realisasi tambahan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp10,6 triliun.
Dana besar tersebut telah disalurkan kepada daerah terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebagai bentuk kehadiran negara di tengah penderitaan warganya yang masih berjuang memulihkan kehidupan.
Tito menegaskan, bantuan ini bukan sekadar angka dalam laporan keuangan negara, melainkan amanah langsung dari Presiden untuk mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat yang terdampak.
“Memang niat dari Bapak Presiden, TKD ini diberikan dalam rangka untuk penanganan bencana,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi Satgas PRR Pascabencana Sumatera di Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Ia menekankan, setiap rupiah dari dana tersebut harus benar-benar kembali kepada rakyat dalam bentuk perbaikan jalan yang rusak, rumah yang hancur, jembatan yang putus, hingga pemulihan layanan dasar yang sempat terhenti akibat bencana.
Di balik angka triliunan rupiah itu, tersimpan harapan ribuan keluarga yang masih hidup dalam keterbatasan. Anak-anak yang kehilangan sekolahnya, orang tua yang kehilangan tempat tinggal, serta masyarakat yang masih menanti kepastian pemulihan di daerah mereka.
“Jangan digunakan untuk kepentingan yang tidak ada hubungannya dengan bencana,” tegas Tito, mengingatkan agar seluruh anggaran benar-benar tepat sasaran.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada sejumlah pemerintah daerah yang telah bergerak cepat menyusun rencana dan aturan penggunaan anggaran. Namun, masih ada daerah yang diminta segera mempercepat langkah agar bantuan tidak hanya berhenti di atas kertas.
Tito menegaskan, pemerintah pusat memberikan ruang percepatan agar proses pemulihan tidak terhambat birokrasi yang panjang. Semua dilakukan demi satu tujuan: masyarakat bisa segera bangkit dari luka bencana yang mereka alami.
“Saya sudah pasang badan agar ini bisa langsung dieksekusi,” katanya.
Di tengah reruntuhan dan sisa duka yang belum sepenuhnya hilang, langkah percepatan ini diharapkan menjadi titik awal bangkitnya kembali kehidupan masyarakat Sumatera—pelan, tapi pasti, menuju keadaan yang lebih baik.
Red

